Salat Tarawih Berlaku Physical Distancing di Masjidil Haram

Salat Tarawih Berlaku Physical Distancing di Masjidil Haram

Salat Tarawih di Masjidil Haram dengan menerapkan Physical Distancing. (foto - @ReasahAlharmain)

Riyadh  -  Otoritas  Arab  Saudi  mengizinkan  pelaksanaan  salat  Tarawih  di  Masjidil Haram  dan  Masjid  Nabawi  dengan peserta yang terbatas, pada saat memasuki hari keempat Ramadan 2020. Langkah pencegahan penyebaran virus Corona pun diterapkan, dengan menjaga jarak fisik (physical distancing) di antara para jamaah.

Pengurus dua Masjid Suci (Haramain) yakni Masjidil Haram dan Masjid Nabawi memberlakukan physical distancing, dalam saf salat sebagai bagian dari upaya memerangi virus Corona (Covid-19).

Dilansir ArabNews, Selasa (28/4/2020) langkah itu dilaksanakan di bawah koordinasi Kementerian Kesehatan Arab Saudi. Utamanya setelah Raja Salman bin Abdul Aziz menyetujui diadakannya salat Tarawih di dua masjid itu, meski dengan mengurangi jumlah rakaat (menjadi 10 rakaat), dan jamaah salat terbatas alias tertutup untuk umum.

Namun demikian, bacaan Alquran akan terus dibacakan (berkumandang) di masjid, selama masa penangguhan jamaah umum melaksanakan salat di Masjidil Haram dan Masjid Nabawi.

Sebelumnya, Pengurus Dua Masjid Suci (Haramain) itu memutuskan tidak membuka masjid selama bulan suci Ramadan untuk umum. Meski demikian, kegiatan ibadah berjamaah salat wajib, salat Tarawih dan Tahajud tetap dilakukan hanya dengan jamaah yang terbatas.

Hal itu dilakukan sebagai tindak lanjut dari rekomendasi otoritas kesehatan Arab Saudi, guna pencegahan penyebaran virus Corona. Jamaah terbatas yang diizinkan salat di Masjidil Haram hanya pengurus, staf, petugas keamanan dan pekerja kebersihan pemeliharaan masjid.

Keputusan itu juga menetapkan pengurangan salat Tarawih menjadi hanya lima kali salam. Namun, hal itu tidak berarti kedua masjid terbuka untuk semua jamaah. Hanya orang tertentu seperti imam dan beberapa jamaah untuk menghidupkan syiar Ramadan.

Direktur Umum kedua masjid itu Abdurrahman bin Abdul Aziz Sudais mengatakan, tujuan pembatasan dan pengurangan salat Tarawih untuk menghindari penyebaran virus Corona. Dewan Ulama Senior Saudi pun merekomendasikan warga muslim dunia, untuk melaksanakan salat tarawih di rumah masing-masing.

Dalam pernyataannya, dewan menyatakan untuk sementara waktu setiap muslim seharusnya menghindari interaksi langsung, mengingat hal itu merupakan penyebab utama dari penyebaran Corona.

Dewan mengimbau masyarakat agar tetap berbuka dan sahur di rumah. Sebab, ini dianggap sebagai langkah untuk melindungi diri sendiri sekaligus orang lain, yang lebih diutamakan di sisi Allah.

Sejauh ini, Otoritas Saudi mulai membuka sedikit kebijakan "lockdown" di negara tersebut. Dikabarkan, jam keluar rumah ditambah saat Ramadan, agar warga dapat mencari keperluan mereka dalam rangka berbuka puasa. (Jr.)**

.

Categories:Internasional,
Tags:,