Jangan Biarkan Peredaran Miras

Jangan Biarkan Peredaran Miras

ilustrasi

Bandung - Ketua Komisi V DPRD Jabar Agus Wellyanto mendesak pemerintah daerah dan aparat penegak hukum agar jangan membiarkan peredaran minuman keras di Jabar terus meluas menimbulkan masalah sosial dan korban jiwa.

"Kami mengecam keras peredaran miras (minuman keras) apalagi yang oplosan, sebaiknya razia semuanya, bila perlu ditutup setiap penjual miras," kata Agus kepada wartawan di Bandung, Kamis (4/12/2014).

Pernyataan anggota DPRD Jabar itu menanggapi persoalan munculnya kasus kalangan remaja yang tewas akibat menenggak minuman keras oplosan di Kabupaten Garut dan Sumedang.

Menurut dia, kasus tewas akibat minuman keras oplosan bukan yang pertama kalinya di Jabar tetapi sudah beberapa kali, sehingga harus menjadi perhatian pemerintah daerah dan aparat penegak hukumnya.

"Miras itu meresahkan masyarakat, telah menimbulkan korban tewas warga Jawa Barat," katanya.

Ia berharap, kepolisian dapat bertindak tegas dengan menggelar razia secara rutin ke tempat yang disinyalir memperjualbelikan minuman keras.

Pemerintah daerah setiap tingkatan, lanjut dia, harus berperan aktif melakukan pencegahan di masyarakat atau berani menutup pabrik pembuat minuman keras.

Menurut dia, jika pabriknya tidak ditutup maka minuman beralkohol itu akan terus beredar, bahkan semakin meluas dan menimbulkan keresahan di masyarakat.

"Saya kira pabriknya harus ditutup, jangan takut banyak pengangguran, karena kerugiannya lebih banyak dibanding manfaatnya," kata Agus.

Ia menambahkan, peredaran minuman keras akan berdampak buruk terhadap kondisi kehidupan sosial, seperti munculnya tindakan kriminal akibat pengaruh minuman tersebut.

Selain itu, kata dia, minuman keras yang dikonsumsi kalangan remaja atau pelajar akan merusak generasi bangsa.

"Mau jadi apa bangsa kita ke depan kalau generasi mudanya seperti itu," katanya.

Sementara itu, kasus terakhir korban tewas akibat minuman keras oplosan yakni sebanyak 25 orang di Kabupaten Garut 16 orang dan Sumedang sembilan orang, mereka tewas dalam waktu yang berbeda. (AY)

.

Categories:Bandung,
Tags:kriminal,