Sejumlah Ilmuwan Temukan Antibodi Cegah Virus Covid-19

Sejumlah Ilmuwan Temukan Antibodi Cegah Virus Covid-19

Ilmuwan temukan antibodi pencegah virus Covid-19. (foto - wsj)

Rotterdam  -  Sejumlah   ilmuwan  dari  Universitas   Utrecht  di  Belanda,  Pusat  Medis  Erasmus  serta  Harbour  BioMed (HBM) menyatakan, pihaknya telah menemukan antibodi yang dirasakan, dapat mencegah virus Corona (Covid-19) saat menginfeksi sel manusia.

Penemuan tersebut dipandang sebagai terobosan besar, dan dapat secara signifikan membantu mereka yang sedang merawat pasien atau mengembangkan vaksin untuk melawan virus Corona.

Dilansir Metro, Selasa (5/5/2020) Profesor Berend-Jan Bosch, penulis utama studi itu menyebutkan, antibodi yang disebut 47D11 itu menargetkan lonjakan protein. Antibodi itu akan masuk ke titik kunci pada sel manusia, dan membuat salinan dirinya sendiri untuk menyebar ke seluruh tubuh.

"Antibodi penetralisasi seperti itu berpotensi mengubah arah infeksi pada inang yang terinfeksi, mendukung pembersihan virus, atau melindungi individu yang tidak terinfeksi virus," kata Bosch.

Antibodi itu dapat menjadi sebuah terapi untuk seseorang yang terinfeksi virus. Antibodi berikatan dengan enzim yang disebut ACE2, yang bertindak sebagai 'pintu' virus ke sel. Covid-19 adalah penyakit menular yang dipicu oleh jenis yang dikenal sebagai SARS-CoV-2.

Virus Corona menyebar melalui droplet kecil dari bersin atau batuk hingga menyebabkan demam, batuk dan kesulitan bernapas. Dalam tes antibodi monoklonal menetralkan SARS-CoV-2, penelitian lebih lanjut terus direncanakan agar pengembangan antibodi itu menjadi lebih baik.

Profesor Berend-Jan Bosch dari Utrecht University.

 

Sejauh ini, Bosch dan rekan mengidentifikasi dari 51 garis sel dari tikus yang telah direkayasa untuk membawa gen manusia. Saat terkena virus Corona mereka menghasilkan antibodi terhadap lonjakan protein. Hanya satu yakni 47D11 yang menghancurkan SARS-CoV dan SARS-CoV-2, lalu diubah menjadi versi yang sepenuhnya aman untuk manusia.

"Fitur antibodi yang dinetralkan silang tersebut sangat menarik dan menunjukkan kemungkinan memiliki potensi dalam mitigasi penyakit, yang disebabkan oleh virus Corona. Terkait yang muncul di masa depan, studi yang dipublikasikan di Nature Communications menawarkan potensi pencegahan dan pengobatan Covid-19," tegas Bosch.

Sementara itu, Co-lead penulis Profesor Frank Grosveld dari Erasmus Medical Center di Rotterdam, mengatakan, penemuan itu memberikan dasar yang kuat untuk penelitian tambahan. Tujuannya untuk mengkarakterisasi antibodi dan memulai pengembangan sebagai potensi pengobatan Covid-19. (Jr.)**

.

Categories:Infotech,
Tags:,

terkait

    Tidak ada artikel terkait