Emil ungkap Menteri 'Rebutan' Memberikan bansos Covid-19

Emil ungkap Menteri 'Rebutan' Memberikan bansos Covid-19

Gubernur Jabar Ridwan Kamil. (foto - humas)

Bandung - Di  wilayah  Jabar  terdapat  40  hingga  65  persen  populasi  yang  membutuhkan  bantuan  karena  terdampak pandemi virus Corona (Covid-19). Namun, Gubernur Jabar Ridwan Kamil pun curhat rumitnya mengatur bantuan dari para menteri yang seakan rebutan untuk memberikan bantuan sosial.

"Sebelumnya diprediksi hanya 40 persen yang butuh bantuan. Namun ternyata aspirasi dari akar rumput mencapai 65 persen. Kita cari-cari uang. Uang mah ada lah, tapi poinnya pemerintah pusat (sejumlah kementerian) ingin ngasih bansos," kata Emil dalam program d'Rooftalk yang tayang di detikcom, Jumat (8/5/2020).

"Kementerian Sosial ngasih, Kementerian Desa ngasih, Kementerian Tenaga Kerja lewat Kartu Pra Kerja ngasih, kemarin Kementerian Pariwisata pun ikut ngasih. Masalahnya, satu sama lain itu caranya sendiri, mekanismenya sendiri dan timing-nya sendiri-sendiri," katanya.

Emil menceritakan sejumlah bantuan dari kementerian itu datang dalam waktu yang tidak bersamaan. Ia pun mengaku kesulitan untuk menjelaskan kepada masyarakat, soal jatah bantuan yang akan didapatkan.

"Bisa dibayangkan rumitnya. Mending kalau bantuan yang banyak itu datangnya bersamaan ke satu RT, sehingga warga tenang meski bentuknya beda-beda. Saya (Pemprov Jabar) tanggal 15, Kemensos tanggal 20, Kemendes tanggal 27, Pak Jokowi bagi sembako tanggal 4 Mei".

Dengan demikian, waktu ada yang dibagikan, seperti saya duluan karena kami melakukan PSBB, jadi kita harus menyamakan PSBB dengan bantuan, maka kita mendahului, itu bedanya dengan Jawa Tengah misalnya," katanya.

Ia menjelaskan, hingga kemudian hal tersebut menimbulkan kecemburuan di antara masyarakat. Kecemburuan itulah yang menurutnya tidak mudah untuk dihilangkan.

"Orang memang ada dinamika seperti kepala desa dan lain-lain 'kenapa ini dapet, itu nggak dapet?' Nah, si yang nggak dapet itu berburuk sangka, 'oh, berarti saya nggak kebagian'. Padahal, bukan nggak kebagian, tapi waktunya belum datang. Jatah dia 4 hari kemudian. Nah menjelaskan ini ke masyarakat itu kan tidak mudah," tegas Emil.

Oleh karena itu menurut Emil, dirinya sudah meminta kepada Presiden Jokowi agar bantuan-bantuan itu datang dalam waktu yang bersamaan. Dengan begitu, akan memudahkan dan tidak menimbulkan kecemburuan di kalangan penerima bantuan.

"Saya sudah rapat di kabinet minta ke Pak Jokowi, yang kemarin ramai rapat dengan Pak Menko PMK, agar satu pintu satu waktu. Sehingga mau bentuknya dari menteri beda-beda karena datangnya satu waktu, orang tidak akan cemburu. Karena tidak datang satu waktu, banyak orang berburuk sangka bahwa dia nggak kebagian," tambahnya. (Jr.)**

.

Categories:Nasional,
Tags:,