Gadis Manado Dibawa Kabur Pacar Dilibatkan Prostitusi

Gadis Manado Dibawa Kabur Pacar Dilibatkan Prostitusi

Para mucikari (jongkok) yang tertangkap Timsus Maleo Polda Sulut. (foto - ist)

Manado - Timsus Maleo Polda Sulawesi Utara (Sulut) menangkap seorang pria bernama Nandi alias NK (22) lantaran membawa lari gadis 15 tahun. Nandi juga melibatkan pacarnya itu pada prostitusi online.

Nandi membawa kabur pacarnya yang masih pelajar selama 4 bulan. Sementara korban lari dari rumah karena merasa ada tekanan. "Motifnya pacaran, ia kabur hanya karena tekanan," kata Watimsus Maleo AKP Frelly Regapat, Minggu (10/5/2020).

Kasus itu terungkap setelah orangtua korban melapor ke Polresta Manado, pada Selasa 5 Mei malam. Korban didapati berada di kamar kos pacarnya di Kelurahan Kairagi 2 Kecamatan Mapanget Kota Manado.

Korban lalu diserahkan kepada orangtuanya. Sementara Nandi dalam pemeriksaan lanjutan yang melibatkan pacarnya itu ke bisnis prostitusi online. "Dalam bisnisnya, pria itu yang tahu jaringan penggunaannya," katanya.

Menurutnya, banyak warga yang resah kasus prostitusi online melapor lewat akun media sosial Tim Maleo. Sebab, kasus itu juga melibatkan anak di bawah umur. "Ada juga yang berusia 14 tahun dilibatkan dalam prostitusi online," tegasnya.

Nandi dijerat pasal berlapis dalam kasus tersebut. Selain dijerat Pasal 332 KUHP tentang membawa lari anak di bawah umur tanpa persetujuan orangtua, ia juga dijerat UU Perlindungan Anak dan UU ITE.

Frelly mengatakan, dalam kasus prostitusi di Sulut banyak mucikari menawarkan anak di bawah umur kepada pria hidung belang. Mucikari memasang tarif hingga jutaan rupiah. "Karena umur di bawah 16 tahun dan cantik, harganya sampai Rp 2 juta," katanya. (Jr.)**

.

Categories:Daerah,
Tags:,