Soal PSBB Anies, IDI: Baru Bisa Diakhiri Jika Kurva Melandai

Soal PSBB Anies, IDI: Baru Bisa Diakhiri Jika Kurva Melandai

Kerumunan warga di kawasan Pasar Tanah Abang Jakarta saat PSBB. (foto - ilustrasi)

Jakarta - Pembatasan  Sosial  Berskala  Besar  (PSBB)  di  DKI  Jakarta  berakhir  4  Juni  jika  warga  disiplin  untuk  tetap di rumah, demikian pernyataan Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan. Namun, IDI sebut, Pemprov DKI tak serta-merta melonggarkan PSBB jika belum ada data yang menunjukkan pandemi sudah bisa dikendalikan.

"Pelonggaran kebijakan PSBB sebaiknya ditunda sampai ada hasil yang signifikan. Evaluasi terkait efektifitas dan dampak dari pelaksanaan PSBB di setiap wilayah, menjadi dasar penetapan kelanjutan PSBB atau kebijakan lainnya," kata Humas IDI dr. Halik Malik, Selasa (19/5/2020).

"Artinya, jika kurva pandemi sudah melandai atau wabah sudah bisa dikendalikan," katanya. Menurutnya, tidak mungkin begitu saja manusia bisa berdamai dengan Corona. Ia meminta agar mempersiapkan segala kemungkinan untuk memerangi Covid-19. "Tak mungkin sekonyong-konyong kita bisa berdamai dengan virus Corona. Yang ada adalah bagaimana setiap orang mempersiapkan diri untuk memerangi panjang melawan Covid-19".

Halik menyatakan, saat ini penularan Corona masih di bawah 1 persen dari total populasi, sehingga pemerintah harus hati-hati jika ingin melakukan pelonggaran PSBB. "Cakupan penemuan masih di bawah 1 persen dari total populasi, sehingga mesti hati-hati dalam pelonggaran. Gunakan alat analisis standar epidemiologis jika melihat data," tegas Halik.

Selain itu, IDI juga berharap akses data Corona lebih dipermudah sehingga bisa dilakukan analisis. Pemerintah pusat juga harus memberikan indikator PSBB untuk diterapkan di daerah.

"Akses terhadap data riil dipermudah sehingga para pihak dapat melakukan analisis menggunakan data riil, sebelum masuk ke tahap evaluasi PSBB. Perlu standarisasi kriteria dan indikator pelonggaran PSBB secara nasional, yang menjadi rujukan bagi pemda dengan mempertimbangkan karakteristik lokal di wilayah masing-masing," katanya.

Halik berharap, semua pihak dapat menghormati PSBB, pandemi Corona cepat atau lambat akan segera berlalu. "Semua pihak harus menghormati PSBB dan menjalankan protokol kesehatan. Kita semua harus semangat, tetap kompak dan bersatu menghadapi Corona. Jika itu dilakukan, cepat atau lambat pandemi akan berlalu".

Seperti diketahui, Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan resmi memperpanjang fase pembatasan sosial berskala besar (PSBB) selama dua minggu ke depan. Anies menyebutkan, fase 2 minggu ke depan ini sebagai kunci. "Jika kita disiplin tetap berada di rumah 2 minggu ke depan, maka insyaallah setelah 2 minggu ini kita bisa keluar dari fase PSBB," katanya.

Ia berharap, PSBB jilid ketiga bisa jadi yang terakhir sehingga masyarakat bisa kembali beraktivitas normal dengan gaya baru. "Ini insyaallah jadi fase terakhir PSBB. Setelah itu kita akan bisa kembali berkegiatan dengan meningkatkan kewaspadaan dengan protokol yang harus diikuti," katanya. (Jr.)**

.

Categories:Nasional,
Tags:,

terkait

    Tidak ada artikel terkait