Pemkot Bandung Didesak lebih tegas dalam Penerapan PSBB

Pemkot Bandung Didesak lebih tegas dalam Penerapan PSBB

Lengangnya Jalan Asia Afrika saat PSBB. (foto - ist)

Bandung  -  Pemkot   Bandung  didesak  untuk  memberikan  sanksi  lebih   tegas  bagi  para  pelanggar  PSBB  di  wilayah Bandung. Utamanya pengawasan dari para petugas di wilayah yang masih terkategori sebagai zona rawan dan darurat Covid-19.

Seperti diketahui, penerapan Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) di Kota Bandung dilakukan hingga 29 Mei 2020, melalui peraturan walikota Bandung Nomor 21 tahun 2020. Meski demikian, warga Kota Bandung masih tetap beraktivitas di luar rumah.

Salah satunya dengan membeli berbagai keperluan dan kebutuhan menjelang Hari Raya Idulfitri 1441 H. "Dalam persoalan ini, ketegasan dari pemerintah sangat dibutuhkan agar penerapan PSBB lebih optimal, terutama di wilayah zona merah, hitam dan pusat perbelanjaan," kata Wakil Ketua DPRD Kota Bandung Achmad Nugraha di Bandung, Kamis (21/5/2020).

Menurutnya, di sejumlah wilayah termasuk zona merah seperti Kecamatan Andir dan Cicendo, saat ini banyak masyarakat yang berburu keperluan lebaran. Sehingga hal itu menyebabkan terjadinya kerumunan massa yang tidak terkendali.

Ia mengatakan, apabila tidak memungkinkan dilakukan penutupan akses jalan, Pemkot Bandung dapat melakukan pembatasan operasional kegiatan di pusat perbelanjaan. Selain itu, melakukan rekayasa arus lalu lintas dari dan menuju lokasi pusat perbelanjaaan tersebut.

Misalnya memindahkan lokasi berjualan para pedagang ke tempat yang lebih luas, sehingga tidak menyebabkan adanya potensi kerumunan massa. Sejauh ini, telah banyak masyarakat yang mulai sadar akan pentingnya PSBB. Bahkan aparat kewilayahan setingkat RT/RW pun selalu melakukan penutupan ruas jalan di wilayahnya masing-masing.

"Namun demikian, untuk wilayah yang padat seperti pasar justru membuka akses sebebas-bebasnya yang berpotensi terjadinya kerumunan," tegas Achmad. Ia pun menyesalkan perilaku masyarakat yang tidak berdisiplin menaati aturan pemerintah untuk tetap berdiam diri di rumah masing-masing.

Bahkan, beberapa waktu lalu banyak warga yang mengeluhkan terdampak Covid-19 dan berlomba memperoleh bantuan pemerintah. Namun, situasi saat ini mereka justru membohongi pemerintah dengan tetap beraktivitas di luar rumah untuk memburu keperluan lebaran.

"Disayangkan, saat merayakan momentum lebaran dengan cara mudik hingga berbelanja berbagai keperluan yang tidak darurat. Seharusnya kegiatan tersebut dapat ditinggalkan sementara waktu, demi menyelamatkan kehidupan masyarakat," katanya. (Jr.)**

.

Categories:Bandung,
Tags:,