88 Tewas Akibat Topan Amphan Hantam India & Bangladesh

88 Tewas Akibat Topan Amphan Hantam India & Bangladesh

Pesawat tertimpa reruntuhan hanggar di International Airport Kolkata India saat banjir imbas Topan Amphan (foto - AFP)

Bengal  -  Sedikitnya  88  orang  tewas   akibat  Topan  Amphan  menyapu  wilayah  timur  India  serta  Bangladesh,  Kamis waktu setempat. Tim penyelamat menyusuri desa-desa pesisir yang hancur, yang terputus dari arus listrik dan banjir bandang.

Dilansir Aljazeera, berdasarkan keterangan Kepala Menteri Negara Bagian West Bengal India Mamata Banerjee, sedikitnya 72 orang di wilayahnya meninggal akibat musibah itu.

Sebagian besar mereka yang meninggal karena kesetrum atau tertimpa pohon, yang tertiup angin kencang berkekuatan 185 km per jam. Di wilayah tetangga India, Bangladesh korban meninggal akibat topan itu sebanyak 16 orang.

Evakuasi besar-besaran dilakukan otoritas sebelum Topan Amphan menyebabkan tanah longsor. Upaya penyelamatan itu sangat membantu menyelamatkan nyawa manusia. Namun, total kerusakan pada bangunan dan korban jiwa baru akan benar-benar diketahui, setelah komunikasi yang terganggu akibat badai dipulihkan.

Jutaan masyarakat di timur India dan Bangladesh saat ini terputus dari arus listrik. Masyarakat di Ibukota Kolkata, negara bagian West Bengal India menghadapi banjir yang memenuhi jalan-jalan kota itu.

Bahkan, sejumlah mobil terendam banjir. Tayangan televisi memperlihatkan bandara di Kolkota pun terendam. "Dampak dari angin Topan Amphan tersebut sangat buruk dibandingkan dengan virus Corona," sebut Banerjee.

Sementara di Bangladesh, otoritas di negara itu menyebutkan dari 16 orang yang meninggal karena Topan Amphan, terdapat balita laki-laki usia 5 tahun dan lansia laki-laki 75 tahun. Keduanya meninggal karena tertimpa pohon jatuh. Dalam daftar korban tewas, terdapat pula seorang relawan yang meninggal karena tenggelam.

PBB di Bangladesh memperkirakan, ada sekitar 10 juta orang terdampak oleh musibah itu. Sekitar 500 ribu orang kemungkinan kehilangan tempat tinggal. Azgar Ali (49), warga Distrik Satkhira Bangladesh mengatakan, amukan Topan Amphan sangat mengerikan hingga dia mengira itu adalah hari kiamat.

Diketahui, topan adalah bahaya tahunan di sepanjang pantai Teluk Bengal. Pada 2007 Topan Sidr menewaskan lebih dari 3.500 orang di Bangladesh. Topan itu melemah saat bergerak di sepanjang pantai Bangladesh.

Namun masih melepaskan hujan deras dan angin kencang di Cox's Bazar, distrik yang menampung sekitar satu juta pengungsi Rohingya dari kekerasan di Myanmar. Amphan adalah "topan super" pertama yang terbentuk di atas Teluk Bengal sejak 1999. (Jr.)**

.

Categories:Internasional,
Tags:,