Pedagang tetap nekat berjualan di bahu jalan Otista Bandung

Pedagang tetap nekat berjualan di bahu jalan Otista Bandung

Para pedagang Pasar Baru jajakan dagangannya di bahu Jalan Otista Bandung. (foto - ant)

Bandung - Ratusan  pedagang  Pasar  Baru  Trade  Center  nekat  membuka  lapak  mereka  di  sepanjang  bahu  Jalan  Oto Iskandar (Otista) Kota Bandung, pada H-1 Idulfitri (Lebaran) tahun 2020, Sabtu (23/5/2020).

Berdasarkan penutururan salah seorang pedagang pakaian Taufik, dirinya kembali berdagang bukan bermaksud untuk menantang wabah Covid-19. Namun, karena ekonomi yang terdesak, hingga dirinya harus mencari pemasukan.

"Jadi bukan berkurang (pemasukan), tapi memang tidak ada. Sebab, sudah sekitar 2,5 bulan lalu Pasar Baru ditutup. Sebelum PSBB yang pertama, kita itu udah gak berjualan," katanya.

Ia mengatakan, saat ini ia tidak memikirkan untung sama sekali yang bisa diraup. Yang terpenting, adalah adanya barang yang keluar atau terjual meski pemasukan sedikit. "Ini juga di luar modal, nggak mikirin untung, harganya Rp 200 ribu kita jual Rp 75 ribu. Yang penting barang ada yang keluar," keluhnya.

Menurutnya, pada saat lebaran tahun lalu pemasukan yang ia dapatkan mencapai 300 persen dibandingkan dengan hari-hari biasanya. Namun, pada tahun ini hal yang ia alami pun dirasakan oleh semua pedagang.

"Bisa 300 persen kalau lebaran, tapi tahun ini nggak ada pemasukan sama swekali. Terus bantuan nggak semuanya dapet, semua pedagang juga sama, saat ini nggak ada pemasukan," tegasnya.

Pedagang lainnya Aji mengatakan, dirinya juga sebelumnya telah memanfaatkan penjualan secara daring meski tokonya ditutup. Namun, tahun ini terasa berbeda karena banyak pembeli yang biasa langganan setiap lebaran, kini tidak membeli dagangan pakaiannya.

"Tiga bulan sebelum puasa langganan sudah pada datang. Mudah-mudahan Covid-19 segera berlalu, pasar pun bisa kembali dibuka. Biar perekonomian normal lagi, karena kalau gini terus ya kasian juga yang lainnya," katanya.

Pada sisi lain, banyak juga pembeli yang memburu pakaian baru menjelang lebaran, baik yang merupakan warga dalam kota maupun luar Kota Bandung. Meski diketahui saat ini pembatasan sosial berskala besar (PSBB) masih berlaku, para pembeli mengaku tetap mencari pakaian baru untuk anaknya.

Mereka pun menyadari, kerumunan dapat berisiko menularkan Covid-19. Namun yang terpenting, menggunakan masker dan sarung tangan serta menjaga jarak saat membeli. "Ya sudah jadi budaya kan baju baru lebaran, yang penting harus social distancing dan pakai masker. Kalau tanpa pembeli, mereka (pedagang) kan tidak ada yang terjual," kata Arga. (Jr.)**

.

Categories:Bandung,
Tags:,