Tahura Djuanda Bakal Terapkan Spesific Tourism di New Normal

Tahura Djuanda Bakal Terapkan Spesific Tourism di New Normal

Taman Hutan Raya Ir. H Djuanda (Tahura Djuanda). (foto - ist)

Bandung - Pemerintah akan menerapkan new normal di Jawa Barat. Sejumlah tempat yang sebelumnya ditutup kembali beroperasi, termasuk salah satunya lokasi wisata edukasi Taman Hutan Raya (Tahura) Ir. H Djuanda Bandung.

Kepala BLUD Taman Hutan Raya Ir. H Djuanda (Tahura Djuanda), Lianda Lubis mengatakan, menghadapi new normal pihaknya akan menerapkan konsep spesific tourism. Rencananya hal itu akan mulai diterapkan setelah mendapat persetujuan dari Pemprov Jabar.

"Gagasan ini sebenarnya ini sudah lama hanya kita agak sulit menerapkannya, karena Tahura jadi tempat refreshingnya orang sekitar Bandung Raya, atau jadi mass tourism. Kami ingin bergerak ke arah wisata minat khusus (spesific tourism)," kata Lianda, Rabu (27/5/2020).

Spesific tourism kata Lianda, nantinya tidak semua area Tahura dibuka. Area yang terbuka untuk wisatawan akan dibatasi untuk menjaga area Tahura, yang imbas pandemi ini mengalami perubahan ekosistem dan perilaku hewan.

Nantinya, jumlah pengunjung akan dibatasi maksimal 250 orang setiap harinya, yang dibagi untuk tiga pintu masuk. Setiap pengunjung pun diharuskan menerapkan protokol kesehatan seperti jaga jarak, menggunakan masker dan lainnya.

"Jadi sekarang bergeser dari wisata massal ke wisata minat khusus (spesific tourism)," tegas Lianda. Dengan adanya pemberlakukan wissata khusus, nantinya setiap pengunjung diharuskan melakukan reservasi. Para wisatawan harus datang sesuai jadwal saat reservasi.

Selain itu lanjut Lianda, dengan adanya spesific tourism akan ada kenaikan tarif masuk dari asalnya Rp 10.000/orang. Namun untuk besarannya, masih akan dikaji dan menunggu waktu yang pas. Selain itu, pelayanan pun akan ditingkatkan.

"Orang akan diservis dengan cara berbeda, ada guide yang disediakan karena kan bisa dituntun lebih bagus dan edukasinya jauh lebih bagus". Dengan spesific tourism, nantinya data setiap pengunjung akan tercatat. Dengan demikian, ketika terjadi hal-hal yang tak diinginkan akan mudah untuk melakukan pelacakan (tracing). (Jr.)**

 

.

Categories:Bandung,
Tags:,