Organda Siapkan 34.000 Bus Libur Natal dan Tahun Baru

Organda Siapkan 34.000 Bus Libur Natal dan Tahun Baru

ilustrasi

Jakarta - Organisasi Angkutan Darat menyiapkan 34.000 bus untuk menjawab kebutuhan penumpang selama musim libur Natal 2014 dan Tahun Baru 2015.

"Kita siapkan 34.000 bus besar untuk Natal seperti Lebaran kemarin," kata Ketua Umum Organda Eka Sari Lorena, usai konferensi pers di Jakarta, Jumat (5/12/2014).

Eka mengatakan tren pesebaran tujuan penumpang pada Natal berbeda dengan Lebaran, yakni tidak hanya di Jawa Tengah, tetapi lebih merata ke seluruh daerah.

Dia mengatakan puncak arus mudik biasanya pada dua minggu terakhir Desember hingga minggu pertama Januari.

"Itu yang paling 'peak' (puncak), karena habis itu biasanya anak sekolah mulai masuk, langsung turun," ucapnya.

Dia mengatakan persiapan yang dilakukan, di antaranya pengecekan fisik bus, mengerahkan sumber daya manusia (SDM) serta perhitungan tarif untuk tiga jenis bus, yakni bus antarkota antarprovinsi (AKAP), antarkota dalam provinsi (AKDP) dan bus pariwisata.

Untuk perhitungan tarif, lanjut dia, belum menentukan apakah akan menaikkan sampai batas atas mengingat dampak penaikan BBM masih terasa dan dikhawatirkan membebani penumpang.

"Sebenarnya, jarak jauh itu tidak naik signifikan agar masyarakat tidak terbebani," ujarnya.

Dia mengaku menyerahkan langsung ke operator untuk kenaikan tarif sesuai mekanisme pasar.

"Kenaikkan BBM itu tiga sampai enam bulan masih tahap penyesuaian, tapi ini tergantung perusahaan karena masing-masing punya pasarnya, kalau punya pelayanan baik dan ingin dinaikkan itu prerogatif," katanya.

Eka meminta kepada pemerintah, terutama Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat untuk memastikan kesiapan jalan dan jembatan serta Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) untuk memastikan pasokan BBM aman.

Selain itu, ia juga meminta kepada Kementerian Perhubungan untuk mengimbau agar bus tidak melintas di jalur alternatif demi keselamatan penumpang.

"Kami juga meminta kepada pemerintah tolong untuk angkutan umum jangan masuk ke jalur alternatif yang sulit karena kendaraannya lebih besar, kalau ke alternatif lebih berbahaya," tuturnya.

Pelaksana Tugas Dirjen Perhubungan Darat Kemenhub Sugihardjo memperkirakan 14 juta penumpang angkutan umum yang akan memadati arus lalu lintas musim liburan Natal 2014 dan Tahun Baru 2015.

Untuk itu, dia menekankan seluruh operator penumpang untuk meningkatkan aspek keselamatan dan kualitas pelayanan.

"Mulai saat pembelian tiket, selama perjalanan masa penyelenggaraan angkutan Natal dan Tahun Baru serta pelayanan angkutan terusannya," ujarnya.

Selain itu juga, dia menambahkan peningkatan ketertiban pada simpul-simpul transportasi, di antaranya stasiun, bandara, pelabuhan, terminal maupun selama perjalanan.

Sugihardjo mengatakan Kemenhub juga berkoordinasi dengan kementerian-lembaga terkait selama arus libur Natal 2014 dan Tahun Baru 2015.

Koordinasi tersebut, yakni dengan Polri atau TNI untuk pengamanan simpul transportasi, manajemen operasional lalu lintas, pengendalian lalu lintas, pengamanan perjalanan moda angkutan dan lokasi wisata.

Dengan Kementerian Kesehatan, yakni membuka puskesmas atau rumah sakit 24 jam, sementara dengan Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat untuk penyediaan alat berat guna antisipasi lonsor atau jembatan rusak.

Dengan Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral, yakni penyediaan kebutuhan BBM dan Jasa Raharja untuk memberikan santunan korban kecelakaan angkutan umu dan korban kecelakaan lalu lintas. (AY)

.

Categories:Nasional,
Tags:ekonomi,