MB Gita Pakuan Beradu Skill di Thailand

MB Gita Pakuan Beradu Skill di Thailand

Marching Band Gita Pakuan Pemprov Jawa Barat (MB GP) akan beradu skill di penampilan hari kedua Thailand World Music Championship, Thailand Jumat (5/12/2014).

Bandung - Marching Band Gita Pakuan Pemprov Jawa Barat (MB GP) akan beradu skill dan penampilan di hari kedua Thailand World Music Championship. MB Gita akan bersaing dengan delapan peserta lainnya. Selanjutnya, MB GP dijadwalkan berparade di jalanan sekitar i-Mobile Thunder Castle Buriram Thailand, Jumat (5/12/2014) sore. 

Menurut Wakil Koordinator Pelatih MB Gita Pakuan Benny Prasetyo, untuk parade kali ini MB GP akan menampilkan lagu-lagu perjuangan.

Sementara itu, hasil babak kualifikasi MB GP berhasil masuk tiga besar pada Open Division dan berhasil mengungguli empat marching band lain, termasuk Korps Putri Tarakanita Jakarta.

Direktur MB Gita Pakuan Pemprov Jabar, Bambang Ganefa mengatakan, timnya masih bisa menyodok sebagai juara Open Class Division TWMC 2014. Untuk menyabet juara Open Class Division, Gita Pakuan harus meraih minimal 7 poin.

"Hasil ini belum final, masih bisa nyodok. Ada selisih enam poin sehingga untuk juara harus menambah minimal tujuh poin. Atau setidaknya nambah empat poin untuk jadi runner up," katanya di A Nice Resort, 91 M.9 Chumhed, A. Muang, Buriram, Thailand sesuai rilis yang diterima CikalNews.com.

Bambang menuturkan, raihan poin Gita Pakuan terkendala faktor nonteknis, di antaranya perlengkapan mic yang tidak berfungsi karena tali pada silofon putus, sehingga berpengaruh pada penampilan. Kemudian front drop untuk menutupi sebagian performa tidak bisa dibawa, tertahan di Bandara Soekarno Hatta.

"Mau digimana-mana juga, musikalitas berat kalau peralatan seadanya. Makanya sekarang kita lakukan pengecekan ulang. Terus ada head drum yang jebol, nah kita beli. Front drop dibikin dari paralon. Mudah-mudahan bisa mendongkrak poin," ungkapnya.

Ia menjelaskan, secara umum penampilan anak asuhnya mengalami peningkatan. Pasalnya, saat menjuarai Hamengkubuwono Cup dan Bandung Marching Band Competition (BMBC), perolehan poin Gita Pakuan di bawah 73.

"Sekarang naik hampir dua poin. Alhamdulillah ada peningkatan. Memang kemarin ada pengaruh juga dari audiens. Anak-anak baru pertama kali tampil di luar negeri. Ditambah ada perubahan jadwal yang berpengaruh pada fisik," jelasnya.

Sedangkan Ketua Rombongan MB GP, Azis Zulficar Aly menyatakan rasa syukur atas hasil yang diperoleh MB GP ini.

"Alhamdulillah  Gita Pakuan bisa masuk tiga besar dan berharap di parade nanti kita bisa lebih baik lagi, untuk memperbaiki peringkat di Thailand  World Music Championship. Meskipun secara alat tim lain lebih baik dari kita, tapi semangat juang pelatih, pemain, dan official yang tak kenal lelah untuk berlatih dan menampilkan yang terbaik , khusus di Thailand patut diapresiasi," bebernya. 

Azis juga berjanji akan melakukan  evaluasi, terutama karena ini adalah kali pertama berlaga di luar negeri. "Ini adalah pengalaman  berharga. Even ini jadi tolok ukur bahwa GP MB diperhitungkan di kancah internasional," katanya. 

Kendala keterbatasan personel, diakui Azis, menjadi catatan. "Solusinya tahun depan  kita coba perbaiki semua hal termasuk penambahan personel dan peralatan," ungkapnya. 

Dari perolehan poin sementara, Indonesia yang diwakili empat tim yakni Gita Pakuan Pemprov Jabar, Gita Surosowan Banten, Korps Putri Tarakanita, dan Jember MB, hanya meloloskan Gita Surosowan untuk berlaga di World Class Division.
Di final, Gita Surosowan yang didampingi langsung oleh Gubernur Banten Rano Karno, akan berkompetisi dengan juara tahun lalu North Eastern Technological College.

Sementara Gita Pakuan akan bertanding dengan Jember MB, Korps Putri Tarakanita, BKY Drum & Bugle Corps, Satreesiriket Marching Band, Srisaket Withayalai Marching Band, dan Khammuang School Marching Band.  (AY)


.

Categories:Bandung,