Gerhana Bulan 'Penumbra' Hiasi Langit Sabtu 6 Juni Dinihari

Gerhana Bulan 'Penumbra' Hiasi Langit Sabtu 6 Juni Dinihari

Gerhana Bulan Penumbra (Bulan Strawberry) hiasi langit pada Sabtu 6 Juni 2020 dinihari.

Jakarta - Gerhana Bulan  Penumbra  atau  di  negara  barat  dikenal  dengan  istilah  "Gerhana  Bulan  Stroberi"  menghiasi langit, pada Sabtu 6 Juni 2020 dinihari. Jika cuaca mendukung gerhana bulan itu bisa disaksikan di langit Indonesia, dalam durasi 3 jam 18 menit 17 detik.

Gerhana bulan penumbra terjadi ketika bulan melewati bayangan sebagian bumi atau penumbra. Saat itu bulan akan melewati bayangan sebagian sehingga bulan akan lebih gelap dari biasanya. Gerhana itu disebut "Strawberry Full Moon" karena terjadi di Juni, bulan di mana Amerika Serikat bagian timur laut sedang musim panen stroberi.

Lembaga Penerbangan dan Antariksa Nasional (Lapan) menyebutkan, gerhana bulan penumbra dimulai dari pukul 00.45 WIB, dan puncaknya terjadi pukul 02.24 serta berakhir pada pukul 04.04 WIB. Sedangkan puncak strawberry full moon pukul 02.12 WIB.

Saat gerhana terjadi, bulan akan berada dalam jarak 369.005 kilometer dari pusat bumi. Berdasarkan penjelasan Lapan, purnama bulan ini juga dikenal dengan nama hot moon alias bulan panas, karena pada Juni di belahan utara bumi tepatnya di garis balik utara (23,5 derajat Lintang Utara).

Diketahui, gerhana bulan penumbra tersebut akan terlihat di sebagian besar wilayah daratan Eropa, Afrika, Asia, Australia, Samudra Hindia dan Australia.

"Gerhana Bulan Penumbra 6 Juni 2020 ini merupakan anggota ke-67 dari 71 anggota pada seri Saros 111 (fenomena gerhana). Gerhana Bulan sebelumnya yang berasosiasi dengan gerhana ini adalah Gerhana Bulan Penumbra 26 Mei 2022," demikian tulis Bidang Geofisika Potensial dan Tanda Waktu BMKG.

Gerhana Bulan yang akan datang yang berasosiasi dengan gerhana Bulan itu, yakni Gerhana Bulan Penumbra 17 Juni 2038. Diketahui, nama Bulan Stroberi itu sendiri diberikan oleh suku Algonquin yang merupakan pribumi Amerika Serikat, dan bertepatan dengan musim yang relatif singkat untuk memanen stroberi di AS bagian timur laut.

Ada juga istilah lain seperti Bulan Mawar Penuh dan Bulan Mead (Bulan Madu). Mead adalah minuman yang dibuat dengan cara memfermentasi madu yang dicampur dengan air lalu dikombinasikan dengan buah-buahan, rempah maupun biji-bijian.

Masyarakat yang tinggal di Benua Eropa sering menyebut fenomena gerhana dengan Bulan Madu, karena biasanya di bulan Juni banyak yang menyelenggarakan acara pernikahan. Sementara istilah Bulan Mawar Penuh disematkan karena pada akhir Juni merupakan periode mekarnya bunga mawar.

Selain Gerhana Bulan Penumbra, BMKG juga mencatat ada fenomena gerhana lain yang dapat diamati dari Indonesia. Antara lain Gerhana Matahari Cincin pada 21 Juni 2020 tetapi hanya terlihat sebagian dan Gerhana Bulan Penumbra pada 20 November 2020 dapat diamati di bagian Barat wilayah Indonesia menjelang gerhana berakhir. (Jr.)**

BMKG memetakan waktu terbaik untuk melihat fenomena Gerhana Bulan Penumbra dalam 3 fase :

1. Gerhana Mulai

- UT (5 Juni): 17.45.52
- WIB (6 Juni): 00.45.52
- WITA (6 Juni): 01.45.52
- WIT (6 Juni): 02.45.52

2. Puncag Gerhana

- UT (5 Juni): 19.25.05
- WIB (6 Juni): 02.25.05
- WITA (6 Juni): 03.25.05
- WIT (6 Juni): 04.25.05

3. Gerhana Berakhir

- UT (5 Juni): 21.04.09
- WIB (6 Juni): 04.04.09
- WITA (6 Juni): 05.04.09
- WIT (6 Juni): 06.04.09

.

Categories:Infotech,
Tags:,