Kasus Yance Tak Pengaruhi Kinerja Dewan

Kasus Yance Tak Pengaruhi Kinerja Dewan

ilustrasi

Bandung - Pakar politik dari Universitas Katolik Parahyangan Prof. Dr. Asep Warlan Yusuf menilai kasus penjemputan paksa Wakil Ketua DPRD Provinsi Jabar Irianto MS Syafiudin atau akrab disapa Yance oleh Kejaksaan Agung tidak akan mempengaruhi kinerja lembaga legislatif.

"Lembaga legislatif masih bisa bekerja dengan baik membahas semua fungsi kedewanan," kata Asep kepada wartawan di Bandung, Jumat (5/12/2014).

Ia menuturkan, masih banyak anggota DPRD Jabar pada partai politik yang sama untuk mengantikan posisi jabatan pimpinan DPRD Jabar.

Menurut dia, penjemputan paksa Yance sebagai bentuk keseriusan Kejaksaan Agung dalam menuntaskan kasus hukum yang melibatkan pejabat.

Selama ini, lanjut dia, kinerja Kejaksaan dipandang lamban mengatasi berbagai kasus hukum yang melibatkan pejabat publik.

"Pemerintahan Jokowi-JK ini, Kejaksaan Agung ingin menunjukan keseriusannya dalam menangani kasus hukum," katanya.

Pandangan lain terkait penjemputan paksa itu, menurut Asep, bisa saja ada unsur politisnya dampak dari Partai Golkar yang baru saja menggelar musyawarah nasional.

Namun muatan politis dengan memperkarakan Yance, menurut dia terlalu jauh, jikan ada unsur politis, bisa saja memperkarakan tokoh nasional Partai Golkar.

"Pak Yance ini bukan tokoh nasional, kalau mau politis, bisa saja orang DPP yang diperkarakan," katanya.

Apapun kaitannya, Asep berharap tindakan Kejaksaan Agung dapat terus menunjukan kinerjanya lebih baik dalam menangani persoalan hukum melibatkan pejabat.

"Jangan seperti Pak Yance ini, kasusnya terkatung-katung, sikap Kejaksaan tidak jelas," kata Asep. (AY)

.

Categories:Bandung,
Tags:hukum,