Kenang George Floyd, Petinggi Partai Demokrat pun Berlutut

Kenang George Floyd, Petinggi Partai Demokrat pun Berlutut

Para petinggi Partai Demokrat AS hening sejenak berlutut kenang kematian George Floyd. (foto - Aljazeera)

Washington  -  Dalam  rangka  menunjukkan   simpati  kepada  kasus  tewasnya  George  Flyod,  sejumlah  petinggi  Partai Demokrat Amerika Serikat berlutut sejenak selama delapan menit empat puluh enam detik.

Mereka juga menyerahkan rancangan undang-undang untuk perombakan cara kerja dan pengawasan polisi. George Floyd (46) yang merupakan warga kulit hitam tewas pada 25 Mei 2020, setelah ditangkap polisi kulit putih bernama Derek Chauvin di jalanan Kota Minneapolis.

Chauvin menangkap Floyd karena ada laporan penggunaan uang palsu saat membeli rokok. Ia juga sempat menindih leher belakang Floyd dengan dengkul sekitar sembilan menit, yang membuat pria berusia 46 tahun itu kesulitan bernapas.

"Sebelum menyerahkan rancangan undang-undang tersebut, para tokoh demokrat di DPR dan Senat berlutut dalam hening di Ruang Emansipasi di Kongres".

Dilansir Sydney Morning Herald,Selasa (9/6/2020) tampak hadir sejumlah tokoh Demokrat. Antara lain Ketua DPR AS, Nancy Pelosi dan Bass, yang merupakan ketua dari Kaukus Hitam Kongres dan memimpin upaya legislasi itu di DPR AS.

Sejumlah warga lainnya pun turut berlutut guna mengenang kematian Flyod. (foto - AFP)
 

"Dunia menyaksikan lahirnya sebuah gerakan baru di negara ini," sebut Bass sambil menyatakan, rancangan undang-undang tersebut sebagai satu langkah yang berani dan transformatif.

"Kita tidak dapat menerima kecuali perubahan yang struktural dan transformatif," tegas Nancy Pelosi seraya menyatakan sejarah perbudakan di sana. Politikus Demokrat itu juga membacakan nama-nama korban tindak kekerasan polisi, selain George Floyd.

Sejauh ini, sejumlah aktivis di sejumlah negara bagian Amerika Serikat telah mendesak pemerintah, untuk melakukan restrukturisasi departemen polisi hingga mengurangi anggaran dari pemerintah.

Menanggapi hal itu, Presiden Donald Trump mengeluarkan pernyataan lewat cuitan "Hukum dan ketertiban, Bukan Pengurangan Dana dan Membubarkan Polisi". Demokrat membalas dengan mengatakan, proposal mereka tidak membubarkan polisi tapi menambah pengawasan baru. (Jr.)**

 

.

Categories:Internasional,
Tags:,