Emil, kesiapan Pangandaran Terapkan AKB dijadikan Contoh

Emil, kesiapan Pangandaran Terapkan AKB dijadikan Contoh

Gubernur Jabar Ridwan Kamil cek kesiapan Pangandaran dalam adaptasi kebiasaan baru (AKB) atau 'new normal'. (foto - humas)

Pangandaran  -  Gubernur  Jabar  Ridwan  Kamil  melakukan  pengecekan  kesiapan  objek  wisata  Pangandaran  termasuk hotel, dalam menerapkan adaptasi kebiasaan baru (AKB) atau "new normal " di Kabupaten Pangandaran Jabar. Hotel yang dicek yakni Hotel Arnawa, Kamis (11/6/2020).

"Saya cek hotel, sudah ikut aturan," kata Ridwan Kamil kepada wartawan di Pantai Barat Pangandaran. Restoran di Hotel Arnawa pun sudah mengurangi kapasitas sebanyak 30 persen, dengan jarak antar-meja 1-1,5 meter. Tamu hotel tak boleh bawa makanan dengan tangan sendiri atau prasmanan.

"Di Jepang membuktikan, prasmanan dalam 15 menit bisa menularkan virus. Karena tamu pegang centong (sendok nasi), wadah ini itu," kata Emil. Karyawan yang melayani tamu di restoran itu pun harus sesuai protokol. Mereka harus memakai sarung tangan, masker dan face shield.

"Protokol di sini sudah dilaksanakan," katanya. Tamu hotel katanya, tinggal makan di meja. Jika meja kurang, maka tinggal menyesuaikan, misalnya makan di kamar. "Untuk kamar juga sudah diatur, jadi selang seling setiap kamarnya. Ini satu cara paling aman. Dari 1 sampai 10, saya nilai 8. Sudah baik. Mudah-mudahan ini dicontoh oleh semua pengelola wisata di Jabar," tegas Emil.

Gubernur Jabar Ridwan Kamil meninjau kesiapan Hotel Arnawa Pangandaran.

 

Kedatangan gubernur Jabar langsung disambut oleh Bupati Pangandaran Jeje Wiradinata. Rombongan lalu menuju ke RSUD Pandega Pangandaran dan beberapa lokasi di kawasan objek wisata pantai Pangandaran.

Emil mengatakan, Pangandaran masuk kategori biru sehingga dipersilakan untuk melakukan kegiatan hingga 90 persen. "10 persennya kegiatan pendidikan yang masih dipending, sisanya boleh dimulai," katanya.

Sementara itu, General Manager Hotel Arnawa, Abbi Kuswanto mengatakan, kapasitas di hotelnya dikurangi sebanyak 50 persen. Dari 70 kamar yang ada, yang dipakai hanya 35 unit. "Kita juga wajib hanya menerima tamu dari wilayah Jabar. Di luar Jabar tak diperkenankan," katanya. (Jr.)**

.

Categories:Wisata,
Tags:,