Kasus Miras Oplosan Peringatan Bagi Jabar

Kasus Miras Oplosan Peringatan Bagi Jabar

ilustrasi

Bandung - Wakil Gubernur Jabar Deddy Mizwar menyatakan kasus minuman keras oplosan yang menyebabkan korban jiwa merupakan peringatan bagi warga Jawa Barat termasuk pemerintah tingkat provinsi hingga kota/kabupaten dan kepolisian untuk lebih meningkatkan pengawasannya.

"Ini 'warning', jadi bagaimana kita kerjasama koordinasi dengan aparat kepolisian dan pemerintah kabupaten kota," kata Deddy kepada wartawan di Bandung, Jumat (5/12/2014).

Ia menuturkan, peredaran minuman keras oplosan itu telah banyak menelan korban jiwa di Kabupaten Garut, dan Sumedang, bahkan dikabarkan terjadi di Depok.

Menurut dia, kasus itu harus menjadi perhatian semua elemen masyarakat termasuk pemerintah dan penegak hukum untuk melakukan upaya mengantisipasi bertambahnya korban jiwa.

"Harus ditingkatkan kewaspadaannya, kalau semua pihak bersama-sama tentunya masyarakat akan lebih tenang dan tentram," katanya.

Ia menegaskan, semua pihak terkait untuk melakukan tindakan tegas dan pengawasan yang lebih ketat terkait peredaran minuman keras.

Selain itu, lanjut dia, bukan hanya minuman keras, tetapi berbagai jenis narkoba di Jabar harus diberantas.

"Ini indikasi itu, tanda peredaran narkoba sudah cukup besar, ini semua mabok, yang minum mabok dan narkoba mabok," katanya. (AY)

.

Categories:Bandung,
Tags:bandung,