69 Wisatawan di Kawasan Puncak Reaktif dari 1.540 Sampel

69 Wisatawan di Kawasan Puncak Reaktif dari 1.540 Sampel

Pelaksanaan rapid test di kawasan Puncak Kabupaten Bogor. (foto - ist)

Bogor  -  Sebanyak  69  pelaku  perjalanan  yang   mengunjungi  kawasan  Puncak  Kabupaten  Bogor  dinyatakan  reaktif setelah dilakukan rapid test, dari sebanyak 1.540 pengetesan yang berlangsung di lima titik. Sebelumnya, jumlah kasus yang reaktif setelah rapid test sebanyak 37, dari 434 pelaku perjalanan tujuan Jabar.

"Mereka yang reaktif langsung melaksanakan swab test. Pemeriksaan sampel ada yang dilakukan di Labkesda Jabar, ada juga yang diperiksa di mobil PCR dari Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB)," kata Koordinator Sub Divisi Pengawasan dan Penegakan Aturan Gugus Tugas Percepatan Penanggulangan Covid-19 Jabar Dedi Taufik, Minggu (21/6/2020).

Pengetesan secara masif dilaksanakan selama dua hari, Sabtu 20 Juni dan Minggu di lima lokasi di kawasan Puncak Kabupaten Bogor. Pada hari pertama, tes dilakukan di empat titik, yakni Rest Area Segar Alam Kabupaten Cianjur, area Masjid Atta'awun, Argowisata Gunung Mas dan Simpang Gadog Ciawi.

Selanjutnya, tes digelar di Taman Wisata Matahari. Gugus Tugas Percepatan Penanggulangan virus Corona (Covid-19) Jabar menargetkan dilakukan 400 pengetesan pada setiap titik. Kemudian, menyediakan sekitar 2.000 rapid test dan 500 swab test.

Dedi menjelaskan, operasi gabungan dan tes masif tersebut merupakan pendeteksian dini. "Kami lakukan antisipasi pergerakan masyarakat yang masuk ke wilayah Bogor dan Cianjur Jabar. Sebab, Bogor dan Cianjur merupakan wilayah lintasan dan tujuan, terutama untuk para wisatawan," katanya.

Sebelumnya, Kepala Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Bogor Mike Kaltarina mengatakan, operasi gabungan dan tes masif dinilai efektif menyaring pelaku perjalanan yang masuk ke wilayah Jabar, terutama untuk mencegah munculnya kasus impor (imported cases).

"Ini memperlihatkan kerja sama yang luar biasa antara Pemprov Jabar dan Kabupaten Bogor. Kolaborasi seperti ini dapat memutus sebaran Covid-19 khususnya di Kabupaten Bogor, yang menjadi pintu masuk wilayah Jabar dari berbagai daerah," kata Mike.

Mike mengatakan, Dinkes Kabupaten Bogor menerjunkan sebanyak delapan tenaga kesehatan dalam pelaksanaan tes masif di kawasan Puncak tersebut. Kolaborasi semua pihak sangat krusial dalam penanganan Covid-19 di Jabar. "Lewat kolaborasi dan koordinasi yang baik, kita bersama-sama bisa memutus penularan Covid-19, khususnya di wilayah Kabupaten Bogor dan Jabar," tegasnya. (Jr.)**

.

Categories:Nasional,
Tags:,