Enam Restoran & Kedai Kopi langgar PSBB Bandung Disanksi

Enam Restoran & Kedai Kopi langgar PSBB Bandung Disanksi

Pemkot Bandung segel dua kafe di Jalan Ir. H Juanda buka melebih batas waktu PSBB proposional. (foto - humas)

Bandung  -  Sedikitnya  enam  tempat  usaha  melanggar aturan  pembatasan  sosial  berskala  besar  (PSBB)  proporsional di wilayah Kota Bandung ditindaklanjuti dengan pemberian sanksi denda.

Kepala Bidang Penegakan Produk Hukum Daerah Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) Kota Bandung Idris Kuswandi mengatakan, sejumlah pelanggar tempat usaha tersebut terdiri atas tempat usaha seperti restoran, minimarket serta pasar swalayan.

"Pelanggaran PSBB proporsional tersebut dikaitkan dengan pelanggaran Perda, berupa (denda) penyetoran uang ke kas daerah ada 6 tempat usaha. Sementara yang disidang tipiring sebanyak satu," kata Idris di Bandung, Senin (22/6/2020).

Dari keenam kasus tersebut, satu di antaranya maju ke persidangan dengan perkara tindak pidana ringan (Tipiring). Menurutnya, kasus tersebut terkait dengan penjualan minuman beralkohol. "Selain melebihi jam ketentuan PSBB, dia juga melakukan pelanggaran menjual minol. Sidang sudah dilakukan Jumat 19 Juni lalu terkait pelanggaran itu," katanya.

Ia mengatakan, sejak PSBB proporsional pertama hingga saat ini sejumlah tempat usaha mandiri sudah menaati dengan baik mengenai aturan PSBB. Sedangkan pelanggaran lebih banyak dilakukan oleh korporasi yang lebih besar.

"Ini yang banyak melanggar yakni minimarket. Kalau itu pelanggarannya Perwal PSBB. Kalau untuk tipiring kebanyakan restoran dan rumah makan, mereka sengaja mengoperasikannya menjelang malam," katanya.

Kendati sudah banyak pelonggaran saat pemberlakuan PSBB proporsional kedua di wilayah Kota Bandung ini menurutnya, pihaknya akan terus melakukan sosialisasi kepada masyarakat tentang aturan yang berlaku.

Jika ada pelanggar yang kembali melakukan pelanggaran, pihaknya tak segan untuk memberi rekomendasi pembekuan hingga pencabutan izin operasional. "Kalau memang dia bandel lagi, kita panggil dan kita periksa untuk direkomendasikan pembekuan izinnya. Bahkan, bisa sampai pencabutan izin usaha," katanya. (Jr.)**

.

Categories:Bandung,
Tags:,