Saudi Terapkan 8 Protokol Kesehatan untuk Ibadah Haji 2020

Saudi Terapkan 8 Protokol Kesehatan untuk Ibadah Haji 2020

Penampilan Masjid Mousawi Grand di Kota Basra Irak. (foto - AFP)

Riyadh  -  Otoritas Pemerintah Arab  Saudi  telah  mengizinkan  pelaksanaan ibadah  haji  2020  di  tengah  pandemi  virus Corona. Namun, pelaksanaannya kali ini digelar dengan dibatasi hanya untuk 1.000 jamaah.

Bahkan, Pemerintah Arab Saudi juga telah membuat protokol kesehatan saat pelaksanaan ibadah haji tersebut. Langkah itu diambil untuk menekan penyebaran virus Corona pada saat menunaikan ibadah tersebut.

"Kami bekerja sama dengan Kementerian Kesehatan Arab Saudi untuk mengembangkan protokol kesehatan. Protokol itu dibuat untuk memastikan musim haji aman," sebut Menteri Haji dan Umrah, Muhammad Saleh Benten

Dari 1.000 jamaah yang diizinkan melaksanakan ibadah haji itu pun yang mereka yang sudah bertempat tinggal (residing) di negara itu. "Jumlah jamaah sekitar seribu orang," kata Menteri Haji Mohammad Benten.

Dilansir Al Arabiya, Rabu (24/6/2020) selain warga yang sudah tinggal di Arab Saudi ada syarat lain untuk jamaah yang akan menunaikan haji 2020 itu. Syarat tersebut berkaitan dengan usia dan kesehatan calon jamaah.

Menteri Kesehatan Arab Saudi Tawfiq al-Rabiah mengatakan, jamaah haji dibatasi untuk yang berusia kurang dari 65 tahun. Calon jamaah juga tidak boleh memiliki riwayat penyakit kronis. Calon jamaah haji akan melalui uji virus Corona, sebelum tiba di Mekah dan harus melakukan karantina di rumah setelah melakukan ibadah.

Pemerintah Arab Saudi sebelumnya menyatakan, ibadah haji tahun 2020 akan sangat dibatasi untuk mencegah penularan Covid-19. Keputusan itu merupakan kali pertama Saudi membatasi pelaksanaan haji dalam sejarah modern.

Diketahui, setiap tahun ibadah umat Islam sesuai rukun islam kelima menarik sekitar 2,5 juta jamaah. Terkait pemilihan jamaah, Benten tidak menjelaskan prosesnya dengan lebih spesifik. Ia mengatakan, akan bekerja dengan banyak diplomat di Arab Saudi, untuk memilih calon jamaah dari berbagai negara yang telah tinggal di Saudi dan memenuhi kriteria kesehatan.

Ibadah haji, yang dilaksanakan sekali seumur hidup dilakukan dalam rangkaian ritual di tempat tertutup. Banyaknya jumlah jamaah yang mencapai jutaan, dalam satu waktu di tempat yang sama bisa menjadi sumber penularan virus Corona.

Keputusan pelaksanaan ibadah haji 2020 terbatas diambil setelah Saudi mengalami lonjakan kasus positif Covid-19. Jumlah kasus mencapai 161 ribu dengan lebih dari 1.300 kematian. Sebelum Saudi mengambil keputusan, beberapa negara telah memutuskan sendiri pembatalan pelaksanaan haji 2020.

Salah satunya Indonesia yang memilih batal demi kesehatan dan keselamatan jamaah. Intinya menurut Mohammed Benten, kriteria kesehatan yang ketat akan diterapkan untuk memilih jamaah yang memenuhi kriteria. Jadi, penyelenggaraan ibadah haji tahun ini dikhususkan bagi penduduk lokal.

Sementara itu, Menteri Kesehatan Saudi Tawfiq al-Rabiah mengatakan, saat ini Arab Saudi mencatat lebih dari 161 ribu kasus positif terinfeksi Corona, dengan 1.300 orang meninggal dunia. Untuk itu, Semua pekerja di lokasi haji akan diuji kesehatannya, dan rumah sakit khusus telah disiapkan untuk menangani keadaan darurat.

8 protokol kesehatan saat melaksanakan ibadah haji 2020 :

- Jumlah jamaah yang diizinkan hanya 10.000 orang untuk melakukan ibadah haji dalam satu waktu.
- Semua jamaah yang melaksanakan ibadah haji akan dilakukan pemeriksaan sebelum memasuki berbagai situs suci.
- Batas usia yang diizinkan melakukan ibadah haji adalah di bawah 65 tahun.
- Setelah pelaksanaan ibadah haji semua jamaah akan diminta mengkarantina diri mereka.
- Semua pekerja dan relawan akan dites Corona sebelum ibadah haji dimulai.
- Status kesehatan semua jemaah akan dipantau setiap hari selama ibadah haji.
- Pemerintah telah menyiapkan rumah sakit untuk keadaan darurat jemaah selama penyelenggaraan ibadah haji.
- Jamaah diminta mematuhi kondisi jaga jarak. (Jr.)**

.

Categories:Internasional,
Tags:,