Dari Sex Toys Hingga Minuman Beralkohol Rp 2 M Dimusnahkan

Dari Sex Toys Hingga Minuman Beralkohol Rp 2 M Dimusnahkan

Pemusnahan barang sitaan Bea Cukai Malang. (foto - ist)

Malang - Sedikitnya 74 barang kiriman pos terdiri atas kosmetik, makanan, obat-obatan hingga sex toys dimusnahkan oleh Kantor Pengawasan dan Pelayanan Bea dan Cukai Tipe Madya Cukai Malang, Kamis (25/6/2020).

Selain barang-barang tersebut, barang sitaan lainnya berupa hasil tembakau, pengolahan tembakau lain dan minuman mengandung etil alkohol (MMEA) juga ikut dihancurkan.

Kepala Kantor Pengawasan dan Pelayanan Bea dan Cukai Tipe Madya Cukai Malang Latif Helmi mengatakan, Bea Cukai Malang telah melakukan penindakan di bidang kepabeanan dan cukai di wilayah Malang Raya.

Selama periode Januari hingga Juni 2020, sudah ada 100 Surat Bukti Penindakan (SBP) yang dikeluarkan. "Ada 82 penindakan barang kiriman pos, 14 penindakan terhadap barang kena cukai (BKC) hasil tembakau (HT), tiga penindakan terhadap BKC MMEA dan satu penindakan terhadap BKC hasil pengolahan tembakau lainnya (HPTL)," katanya.

Menindaklanjuti hal itu, barang hasil sitaan yang telah ditetapkan sebagai barang milik negara (BMN) itu dimusnahkan. Rinciannya, ada 3,6 juta batang BKC HT, 43 botol atau setara 2.580 ml BKC HPTL dan 295 botol atau setara 6.450 liter BKC MMEA. "Total perkiraan kerugian yang diderita negara dari barang hasil penindakan tersebut mencapai sekitar Rp 2,14 miliar," katanya.

Upaya penindakan itu merupakan salah satu langkah untuk menekan peredaran barang ilegal di pasaran. "Kalau dibiarkan, barang legal bisa tergerus dan berpengaruh terhadap penerimaan negara," tegasnya.

Untuk itu, Bea Cukai Malang terus melakukan pengawasan dan melaksanakan operasi seccara rutin, bersama dengan jajaran samping. Utamanya dalam pemberantasan rokok ilegal.

"Peredaran rokok ilegal tidak lebih dari tiga persen. Kami juga meminta masyarakat untuk ikut berpartisipasi dengan tidak membeli, mengkonsumsi maupun memproduksi barang kena cukai ilegal".

Pihaknya meminta partisipasi masyarakat untuk memberikan informasi jika ada pelanggaran ketentuan maupun meningkatkan kesadaran masyarakat, untuk dapat memenuhi ketentuan di bidang kepabeanan dan cukai. (Jr.)**

.

Categories:Daerah,
Tags:,