Ledakan Dahsyat yang Terjadi Dekat Pangkalan Militer Iran

Ledakan Dahsyat yang Terjadi Dekat Pangkalan Militer Iran

Ledakan di Kota Teheran diduga berasal dari sebuah situs rudal dan terowongan bawah tanah. (foto - Reuters)

Teheran - Ledakan  dahsyat  yang  mengguncang  Kota  Teheran  Iran  pada  Jumat  26  Juni  pekan  lalu  diduga  berasal dari sebuah situs rudal dan terowongan bawah tanah tersembunyi, yang berada di wilayah timur pegunungan ibukota.

Dugaan tersebut diungkapkan para analis berdasarkan sejumlah foto satelit. Foto satelit menunjukkan area sekitar 20 km dari timur pusat Teheran dipenuhi semak belukar, yang hangus sepanjang ratusan meter.

Sebelumnya, semak belukar itu tidak pernah terlihat dari satelit yang diambil beberapa pekan sebelum ledakan terjadi. Pemerintah Iran mengatakan, ledakan itu berasal dari tangki gas industri di wilayah dekat pangkalan militer Parchin. Ledakan yang memicu kilatan cahaya di langit itu dilihat oleh banyak pengguna media sosial di Teheran.

Dilansir Associated Press, namun analis menggambarkan area tangki gas itu berada di dekat fasilitas rudal Khojir Iran. Peneliti James Martin Center for Nonproliferation Studies dari Middlebury Institute of International Studies, Fabian Hinz menyatakan, ledakan itu tampak menghantam sebuah situs milik Shahid Bakeri Industrial Group yang membuat roket-propelan padat.

Institut yang berbasis di Washington Amerika Serikat itu mengidentifikasi situs Khojir sebagai "situs dengan banyak terowongan bawah tanah" dan beberapa di antaranya digunakan untuk perakitan senjata. Sejumlah foto satelit juga menunjukkan, situs itu menjadi tempat perakitan rudal.

Sebelumnya, Badan Energi Atom Internasional (IAEA) mencurigai Iran melakukan sejumlah uji rudal dan bahan peledak, yang bisa digunakan dengan senjata nuklir di situs militer Parchin. Selama ini, Iran terus mengembangkan teknologi rudal dan senjata nuklir, meski diancam sanksi internasional terutama dari AS.

Iran juga menyatakan akan kembali melakukan pengayaan uranium, setelah Amerika Serikat menyatakan keluar dari perjanjian nuklir 2015. Sekaligus menjatuhkan lagi serangkaian sanksi terhadap pemerintahan Presiden Hassan Rouhani.

"Sejumlah situs itu mendukung sebagian besar segi kemampuan rudal balistik Teheran, termasuk kekuatan operasional dan pengembangan rudal dan program produksi," demikian bunyi laporan tersebut.

Sementara laporan Badan intelijen AS 2019 memaparkan, Iran memiliki program fasilitas bawah tanah terbesar di Timur Tengah. Diketahui, program rudal dan luar angkasa Iran tercatat telah mengalami serangkaian kecelakaan atau ledakan dalam beberapa tahun terakhir.

Pada 2011 misalnya, ledakan terjadi di situs rudal dekat Teheran hingga menewaskan Komandan Garda Revolusi Hassan Tehrani Moghaddam. Moghaddam memimpin program pengembangan rudal Garda Revolusi dan 16 proyek lainnya. (Jr.)**

.

Categories:Internasional,
Tags:,