Jutaan Warga Dievakuasi Jelang Badai Hagupit

Jutaan Warga Dievakuasi Jelang Badai Hagupit

ilustrasi

Tacloban - Badai Hagupit, yang menyebabkan tiupan angin berkekuatan 215 kilometer per jam terlacak tengah menuju daratan Filipina dari Samudera Pasifik.
 
Pemerintah Filipina sendiri telah mengevakuasi lebih dari 500.000 keluarga, atau sekitar 2,5 juta orang di wilayah pesisir dan rawan longsor Filipina bagian timur,  menjelang pendaratan badai Hagupit, yang diperkirakan terjadi pada hari ini, Sabtu (6/12) malam atau Minggu (7/12) dinihari.
 
Pusat Peringatan Badai Angkatan Laut AS, Jumat telah menurunkan level Hagupit dari kategori topan super maksimum ke status topan. Namun, Kantor Cuaca Filipina Pagasa menyebutkan, Hagupit tetap merupakan badai terkuat, yang akan menimbulkan gelombang tinggi melebihi atap rumah di banyak daerah pesisir Filipina.

"Semua orang di sini tercekam rasa takut," kata Rita Villadolid (39 tahun) kepada AFP di Tacloban, salah satu kota yang masih belum pulih dari topan Haiyan, yang melanda negara itu tahun 2013.

Di tempat lain di Tacloban, sebuah kota pesisir berpenduduk 220.000 orang di Pulau Leyte, bagian timur negara itu, orang mulai membanjiri gereja dan sekolah dengan hanya membawa tas pakaian.

Haiyan sendiri merupakan topan terkuat yang pernah tercatat di darat dengan kecepatan angin 315 kilometer per jam, menewaskan atau membuat hilang lebih dari 7.350 orang saat melanda Filipina.

Di wilayah timur Bicol, pemerintah akan memindahkan 500.000 keluarga, sekitar setengah dari penduduk setempat, ke pusat-pusat evakuasi, kata Direktur Pertahanan Sipil daerah itu, Bernardo Alejandro menyatakan, semua sumber daya telah dimobilisasi.
 
Evakuasi telah dimulai pada hari Jumat dan truk pemerintah dan militer setempat dikerahkan untuk mengangkut orang-orang ke tempat penampungan. Bicol merupakan daerah pertanian dan perikanan yang terletak agak ke utara dari Pulau Leyte, dan daerah lainnya yang paling parah terkena topan Haiyan tahun lalu.

Filipina sering menjadi tempat pertama yang dilanda topan dan badai tropis, yang terbentuk di Samudera Pasifik. Negara itu mengalami sekitar 20 badai besar per tahun, banyak di antaranya mematikan.

Badai terkuat tahun ini sebelumnya adalah Rammasun, yang menewaskan lebih dari 100 orang, saat melintasi Manila dan bagian lain dari pulau Luzon pada Juli.

Filipina, negara berkembang dengan penduduk sekitar 100 juta orang, dalam beberapa tahun terakhir telah menghadapi badai yang luar biasa kuat. Hal tersebut menurut para ilmuwan terkait dengan perubahan iklim.

Lebih dari 1.900 orang tewas atau hilang pada Desember 2012 setelah Topan Bopha melanda Pulau Mindanao, Filipina selatan, daerah yang biasanya tidak terkena badai besar. Desember 2011, sebanyak 1.268 orang tewas ketika badai tropis Washi menyebabkan banjir besar di bagian lain pulau Mindanao. (Jr.)**
.

Categories:Internasional,
Tags:bencana,