16 Dari 278 Pengungsi di Selat Sisilia Tewas

16 Dari 278 Pengungsi di Selat Sisilia Tewas

16 Dari 278 Pengungsi di Selat Sisilia Tewas

Roma - Pelaut Italia menyelamatkan 278 pengungsi di Selat Sisilia, tapi mendapati 16 orang lain tewas di perahu karet dan satu lagi meninggal tak lama setelah bantuan tiba, kata angkatan laut pada Jumat (5/12/2014).

Korban diduga tewas akibat kedinginan dan kekurangan cairan di salah satu dari tiga perahu, yang ditemukan pada Kamis di selatan pulau Lampedusa, katanya.

Terdapat 75 penyintas dari kapal pembawa jasad itu dan 202 orang lain diselamatkan dari dua perahu karet lain, yang ditemukan di daerah sama.

Foto terbitan angkatan laut menunjukkan penumpang berdiri menyesaki perahu bermesin tempel itu.

Sekitar 3.200 pengungsi tewas tahun ini saat mencoba mencapai Eropa dari Afrika, kata Badan Perantauan Dunia (IOM). Banyak dari mereka lari dari kemelut dan pelanggaran hak asasi manusia di tanah airnya.

Italia menutup upaya pencarian dan penyelamatan "Mare Nostrum", yang sudah menyelamatkan sekitar 100.000 pengungsi dan membuka jalan untuk kegiatan lebih kecil seluruh Eropa disebut Triton.

Mare Nostrum, mencakup lima kapal perang dalam ronda tetap, diluncurkan pada Oktober lalu sesudah lebih dari 360 pengungsi tewas akibat perahu mereka terbalik satu mil di lepas pantai Lampedusa.

Biaya kegiatan itu hampir 10 juta euro (sekitar 123,5miliar rupiah) sebulan, menjadi tekanan bermasalah pada perekonomian, yang menderita resesi ketiga dalam enam tahun belakangan.

Angkatan Laut Italia mengentaskan lebih dari 2.200 pengungsi dari laut Tengah dalam akhir pekan lalu, dengan harapan mengakhiri pencarian dan penyelamatan laut akan membendung aliran pengungsi.

Lebih dari 860 pengungsi, sebagian besar keluarga Suriah, dibawa ke pelabuhan Sisilia, Pozzallo, menunjukkan banyak pengungsi siap menantang bahaya guna menyeberang dari Afrika Utara.

Angkatan Laut Italia menyelamatkan 150.000 orang hanya dalam waktu satu tahun sebelum Mare Nostrum berakhir pada 1 November, setelah pemerintah lain Eropa Bersatu menolak membantu Italia membiayai kegiatan itu.

Secara mengkhawatirkan, pengungsi -sebagian besar asal Suriah- mendarat di Pozzallo, termasuk banyak anak-anak, kata laporan kantor berita Italia ANSA. (AY)

.

Categories:Internasional,