Polisi temukan 1 hektar Ladang Ganja di perbukitan Bandung

Polisi temukan 1 hektar Ladang Ganja di perbukitan Bandung

Penemuan ladang ganja 1 hektar ditemukan di lembah perkebunan Bukit Tunggul Desa Cipanjalu Kecamatan Cilengkrang Kabupaten Bandung. (foto - ant)

Bandung  -  Aparat  Satresnarkoba  Polres  Cimahi  mengungkap  penemuan  tanaman  ganja di  lahan  seluas  1  hektar  di lembah perkebunan Bukit Tunggul Desa Cipanjalu Kecamatan Cilengkrang Kabupaten Bandung.

Ganja tersebut ditemukan ditanam di media tanah dan polybag berwarna hitam. Tanaman itu disebar di tujuh lokasi berjarak ratusan meter di antara pepohonan antara lain pisang, sayuran serta tanaman keras lainnya.

Ribuan batang tanaman ganja berukuran kecil yang baru ditanam sekitar 3 minggu di lahan seluas sekitar 1 hektar milik PTPN tersebut, langsung diamankan pihak kepolisian berikut pelakunya.

Menurut Kapolres Cimahi AKBP M Yoris Maulana Yoris Marzuki, penemuan itu berawal dari penangkapan dua pelaku pengedar ganja di wilayah Kota Cimahi. "Setelah mengamankan dua pelaku kami langsung melakukan pengembangan. Akhirnya didapat tiga pelaku lainnya dan lokasi ladang ganja tersebut," kata Yoris, Minggu (12/7/2020).

Diketahui, kelima pelaku tersebut yakni berinisial YN, A, M, C dan D memiliki peran yang berbeda. Empat pelaku berperan sebagai pengedar, serta seorang pelaku lainnya menjadi penanam dan penjaga ladang ganja.

"Pelaku yang menanam dan menjaga ladang ganja itu sengaja membuat gubug untuk beristirahat di lokasi tersebut. Kecurigaan kita karena ada ganja basah juga yang diedarkan saat diamankan, kalau ganja basah pasti dari wilayah lokal," katanya.

Setiap panen dalam jangka waktu tiga bulan, para pelaku bisa mengantongi sedikitnya 40 ganja dengan ukuran 1 meter. Setiap kilogram daun ganja yang dikeringkan terdiri atas 20 batang ganja. Penanaman ganja itu pun sudah berjalan selama 1 tahun.

"Jika dirata-ratakan setiap tiga bulannya sekali mereka memanen 40 kilogram ganja basah. Atau 800 batang ganja atau lebih tergantung ukuran. Setiap kilogram ganja dihargakan Rp 6 juta, sehingga total Rp 240 juta per sekali panen," tegas Yoris.

Para pelaku dijerat dengan Pasal 114 ayat 2 dan 111 ayat 2 UU Narkotika, dengan ancaman hukuman penjara paking singkat 5 tahun dan paling lama 15 tahun. "Atas perbuatannya para pelaku terancam pidana maksimal 15 tahun," katanya. (Jr.)**

.

Tags:,