Mesum di kamar Kos 7 pasangan ABG Terkena Razia di Blitar

Mesum di kamar Kos 7 pasangan ABG Terkena Razia di Blitar

Razia tim gabungan di tempat kos di wilayah Kota Blitar. (foto - ist)

Blitar  -  Sedikitnya  tujuh  pasangan  mesum  diciduk  tim  gabungan  saat  menggelar  razia  di  Kota  Blitar  Jatim.  Ketujuh pasangan mesum itu kepergok berada dalam kamar kos mereka di dua kecamatan Kota Blitar.

Tim gabungan terdiri atas TNI-Polri, BNN dan Satpol PP Kota Blitar menggelar razia untuk menciptakan kondusivitas di Kota Patria. Mereka menyasar sejumlah tempat kos di Kecamatan Kepanjenkidul dan Sananwetan, Sabtu malam mulai pukul 21.00 sampai 24.00 WIB.

"Ini sebenarnya razia rutin yang kami lakukan. Saat ini kami intensifkan lagi karena ada beberapa laporan dari masyarakat dan juga untuk menciptakan iklim kondusif menjelang Pilwali 2020," sebut Kabid Penegakan Perda Satpol PP Kota Blitar Agus Suherli, Minggu (12/7/2020).

Dari enam lokasi tempat kos yang disasar ditemukan tujuh pasangan muda-mudi berada dalam satu kamar. Mereka tidak bisa menunjukkan dokumen sebagai pasangan sah dalam ikatan perkawinan. Bahkan, mayoritas atau 14 masih remaja berasal dari luar Kota Blitar.

"Ada tujuh pasangan tidak bisa menunjukkan dokumen pernikahan yang sah. Dengan demikian, kami bawa ke kantor untuk dilakukan pembinaan, sementara KTP mereka pun kami amankan dulu," tegas Agus.

Ketujuh pasangan mesum yang terkena razia di tempat kos digelandang ke Kantor Satpol PP Blitar.

 

 

Saat pengambilan KTP lanjutnya, mereka wajib membawa surat keterangan dari desa tempat tinggalnya. Surat keterangan tersebut menyatakan, jika yang bersangkutan tidak akan mengulangi perbuatannya dan diketahui pihak desa.

Selain menemukan pasangan mesum, tim gabungan juga mengambil sampel urine terhadap semua penghuni kos. Ini dilakukan untuk pengecekan peredaran dan pemakaian narkoba di kalangan penghuni kos. Namun dari 50 reagen, semua hasilnya negatif.

"Semua negatif narkoba. Namun kami sita satu botol arak Jowo. Kemudian ada dua tempat kos yang tidak berizin dan tidak masuk dalam aplikasi, sehingga kasunya masih ditelusuri dan dikembangkan lagi," katanya. (Jr.)**

.

Categories:Daerah,
Tags:,