AKB, Sejumlah Restoran & Cafe di Bandung Langgar Perwal

AKB, Sejumlah Restoran & Cafe di Bandung Langgar Perwal

Razia restoran dan cafe yang melebihi batas operasional di Bandung. (foto - Satpol PP)

Bandung  -  Sejumlah   restoran  dan  cafe  di  wilayah  Bandung  melanggar  jam  operasional  dan  melebihi  kapasitas. Dinas Kebudayaan dan Pariwisata (Disbudpar) Kota Bandung bakal memperketat pengawasan yang telah diberikan relaksasi di masa adaptasi kebiasaan baru (AKB).

Berdasarkan Peraturan Walikota (Perwal) Nomor 37 tahun 2020 tentang adaptasi kebiasaan baru (AKB), sektor pariwisata cafe dan restoran yang diberikan relaksasi hanya diperbolehkan beroperasi hingga pukul 21.00 WIB, dan tidak melebihi 50 persen dari kapasitas.

"Di lapangan harus lebih ketat lagi karena menyangkut masalah disiplin pengunjung dan pengusaha. Ada sejumlah temuan yang melanggar jam operasional dan kapasitas pengunjung. Kita akan tingkatkan monitoring di lapangan, terutama saat weekend," kata Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata (Disbudpar) Kota Bandung Dewi Kaniasari, Kamis (23/7/2020).

Kenny mengatakan, jika terbukti melakukan pelanggaran pengusaha cafe atau resto akan diberikan sanksi, mulai dari teguran hingga pencabutan izin usaha. "Saat ini baru sampai teguran, mereka sudah nurut, tapi jangan sampai ada yang dicabut izinnya," katanya.

Selain itu, pihaknya pun bakal menindak cafe atau resto yang memiliki bar dan menjual minuman beralkohol. Saat ini, hanya resto dan cafe yang baru diperbolehkan, sedangkan bar dan penjualan minuman beralkohol belum diizinkan.

"Kita ajak teman-teman di kewilayahan untuk turut mengawasi dan melaporkan ke kita jika ada cafe dan resto yang melanggar. Ada sekitar 900 hotel dan cafe tersebar di berbagai wilayah, sedangkan sumber daya kita terbatas. Jadi harus berkolaborasi dengan kewilayahan," tegas Kenny.

Ia menyebutkan, di tengah pandemi Covid-19 ini masyarakat, pengusaha dan pemerintah harus sama- sama disiplin menaati protokol kesehatan.

"Jadi tolong masyarakat dan pengusaha untuk menuruti apa yang sudah ditaati oleh pemerintah. Supaya zona Bandung tidak turun, dan tidak turun image-nya karena Bandung ini kota pariwisata," katanya. (Jr.)**

.

Categories:Bandung,
Tags:,