Sanksi Denda Tak Pakai Masker di Jabar Efektif Pekan Depan

Sanksi Denda Tak Pakai Masker di Jabar Efektif Pekan Depan

Pelanggar tak pakai masker disanksi denda di Depok Jabar. (foto - ist)

Bandung - Sanksi  denda  terhadap  warga  pelanggar  protokol  kesehatan  tetap  berlaku.  Namun  sanksi  denda  itu pun baru akan diberlakukan setelah sanksi lisan selama sepekan ini. Demikian ditegaskan Gubernur Jabar Ridwan Kamil, Selasa (28/7/2020).

"Minggu ini sudah dimulai. Pergub sudah ditandatangani terkait pelanggar protokol kesehatan," kata Emil seusai rapat koordinasi di Mapolda Jabar Jalan Soekarno Hatta Kota Bandung, Selasa (28/7/2020).

Menurut Emil, pihaknya tidak akan langsung memberlakukan sanksi denda kepada para pelanggar. Namun penerapan sanksi sosial hingga administrasi akan dilakukan, setelah 7 hari atau sepekan ke depan.

Khusus untuk individu, ada opsi namanya sanksi sosial dan sanksi administrasi. Tidak langsung didenda. Tujuh hari ini akan disanksi sosial yang sifatnya simpatik. Baru lewat tujuh hari nanti diterapkan sanksi administrasi.

"Kita gunakan HP sehingga yang diberi sanksi nantinya bisa mendapatkan kwitansinya secara online, dan dananya akan masuk ke kas daerah sesuai aturan dan digunakan kembali untuk urusan Covid-19," katanya.

Ia menjelaskan, sanksi denda tersebut bukan saja berlaku bagi para pelanggar yang tak menggunakan masker. Namun, sanksi itu juga berlaku bagi sektor lainnya yang melanggar aturan protokol kesehatan.

"Sanksi ini memuat ketentuan baik pelanggaran di level individu maupun level kegiatan atau level tempat. Jadi jangan ditulisnya hanya untuk masker, sanksi itu nanti juga mencakup kalau ada kegiatan resepsi yang melanggar aturan, itu disanksi terus di level skala lebih besar itu juga ada," katanya.

"Nilainya mulai dari Rp 100 ribu sampai Rp 500 ribu. Misalnya, kalau ada kendaraan umum yang melanggar aturan protokol kesehatan, nanti sopirnya disanksi Rp 100 ribu, dan pemilik bus Rp 500 ribu. Ketentuan itu tercantum dalam peraturan gubernur, terkait sanksi protokol kesehatan selama pandemi ini," tegas Emil.

Aturan soal sanksi denda tertuang dalam Pergub Nomor 60 tahun 2020, tentang pengenaan sanksi administratif terhadap pelanggaran tata tertib kesehatan dalam pelaksanaan pembatasan sosial berskala besar dan adaptasi kebiasaan baru, dalam penanggulangan Coronavirus Disease 2019 (Covid-19) di Jabar. Pergub ditandatangani per tanggal 27 Juli 2020.

"Sudah berlaku mulai dari hari Senin kemarin. Sekarang masih berupa sanksi sosial. Kita nggak suka kayak gini (didenda). Ini sekadar instrumen saja, jadi ada edukasi," tambahnya. (Jr.)**

.

Categories:Nasional,
Tags:,