Gedung Sate Ditutup Selama 14 Hari ke Depan, Pegawai WFH

Gedung Sate Ditutup Selama 14 Hari ke Depan, Pegawai WFH

Suasana di salah satu sudut Gedung Sate Bandung setelah seluruh pegawai WFH. (foto - ist)

Bandung  -  Gedung  Sate  ditutup  untuk seluruh  karyawan  dan  umum  selama  14  hari  ke  depan  setelah  40  pegawai yang bekerja di kantor pusat pemerintahan Jabar itu dinyatakan terinfeksi virus Corona (Covid-19).

Dari 40 pegawai tersebut, 17 di antaranya berstatus Pegawai Negeri Sipil (PNS) dan 23 orang lainnya non-PNS. Selama ditutup, akan dilakukan penyemprotan desinfektan di lingkungan Gedung Sate, sementara pegawai bekerja dari rumah (Work From Home - WFH).

Demikian ditegaskan Ketua Harian Gugus Tugas Percepatan Penanggulangan Covid-19 Jabar Setiawan Wangsaatmaja saat konferensi pers di Gedung Sate Bandung, Kamis (30/7/2020). Menurutnya pegawai yang terkonfirmasi Covid-19 itu tersebar di beberapa biro.

Adapun pernyataan penutupan tersebut tertuang dalam salinan Surat Edaran berkepala surat Sekretariat Daerah Provinsi Jawa Barat, yang ditandatangani oleh Sekretaris Daerah (Sekda) Jabar Setiawan Wangsaatmaja.

Dalam Surat Edaran Nomor: 800/117/UM tentang Penyesuaian Sistem Kerja di Lingkungan Sekretariat Daerah Provinsi Jabar disebutkan, diperlukan penyesuaian kembali kegiatan dan sistem kerja bagi PNS di lingkungan Sekretariat Daerah Provinsi Jabar, yakni:

- Seluruh PNS dan non-PNS di lingkungan Sekretariat Daerah Provinsi Jawa Barat untuk melakukan Work Form Home (WFH);

- Seluruh PNS wajib melaporkan aktivitas kinerja dan kehadiran melalui TRK dan K-Mob sebagai dasar perhitungan dan pemberian TPP;

- Mesjid, command center, museum, kantin dan area publik Gedung Sate ditutup;

- Surat edaran ini berlaku mulai 30 Juli 2020 sampai dengan tanggal 14 Agustus 2020.

Kepala Biro Humas dan Protokol Sekretariat Daerah Provinsi Jabar Hermansyah membenarkan surat edaran itu. "Ya, edaran itu benar, tapi WFH sebagian. Diupayakan sedikit mungkin yang berada di Gedung Sate. Namun untuk pastinya nanti pernyataan dari Pak Sekda," katanya.

Menurut Setiawan Wangsaatmadja, pegawai yang positif Covid-19 sebagian besar berdomisili di Kota Bandung. Sedangkan sisanya tinggal di Kabupaten Bandung, Kota Cimahi dan daerah lainnya. Kasus positif puluhan pegawai itu terungkap setelah pihaknya melakukan test Polymerase Chain Reaction (PCR) pada 26, 27 dan 28 Juli.

Ketua Harian Tugas Percepatan Penanggulangan Covid-19 Jabar Setiawan Wangsaatmaja. (foto - humas)

 

Total sebanyak 1.260 orang dilakukan test, dan 40 di antaranya dinyatakan positif Covid-19. Gugus Tugas pun saat ini tengah melakukan penulusuran kontak atau contact tracing. "Semua data by name by adress, nomor hp ada semua, kita akan tanyakan satu per satu kepada yang terkonfirmasi dalam satu pekan ini, bertemu siapa saja dan dimana saja," katanya.

Kejadian itu kata Setiawan, harus menjadi pelajaran bahwa di tempat yang menerapkan protokol kesehatan seketat seperti di Gedung Sate pun penularan Covid-19 bisa terjadi. Oleh karena itu, ia mengimbau semua pihak untuk disiplin dalam menerapkan protokol kesehatan.

"Protokol kesehatan harus tetap kita pegang, disiplin, jaga jarak, masker harus digunakan. Mudah-mudahan bisa menjadi kewaspadaan untuk siapapun yang melihat bagaimana Gedung Sate saat ini," tandasnya.

Setiawan mengakui, dengan terpaparnya 40 pegawai di lingkungan Gedung Sate belum bisa dikatakan hal itu sebagai klaster perkantoran seperti yang terjadi di DKI Jakarta. "Kami belum bisa memastikan sebagai klaster, karena Gedung Sate terbuka dan pegawainya juga keluar masuk dari berbagai daerah," katanya. (Jr.)**

.

Categories:Nasional,
Tags:,