Pengacara Djoko Tjandra Duga Ada Kezaliman atas Kliennya

Pengacara Djoko Tjandra Duga Ada Kezaliman atas Kliennya

Anita Kolopaking, Pengacara Djoko Tjandra. (foto - ist)

Jakarta  -  Anita  Kolopaking,  pengacara  Djoko Tjandra  menuding  ada dugaan  politisasi  pada  Peninjauan  Kembali  (PK) Jaksa Penuntut Umum kepada Mahkamah Agung, dalam kasus cessie Bank Bali yang menjerat kliennya. Menurutnya, kliennya sudah menjalani banyak penahanan sebelumnya.

"Memprihatinkan Pak Djoko Tjandra mengalami proses ini 21 tahun, dari 1999. Djoko Tjandra sudah mengalami penahanan rutan maupun tahanan kota. Ia pun menyatakan pada saya, tolong luruskan biar masyarakat jelas," kata Anita dalam keterangannya, Jumat (31/7/2020).

Anita menduga, ada campur tangan kekuasaan dari PK yang dilakukan oleh JPU kepada MA. Ia beralasan, PK itu baru diajukan jaksa 8 tahun setelah eksekusi putusan inkracht, yang dilakukan terhadap Djoko.

"Delapan tahun setelah eksekusi jaksa pada tahun 2001 yang sudah dijalankan oleh Pak Djoko Tjandra," kata Anita. Pesanan atau order dari kekuasaan itu lantaran jaksa lazimnya tidak bisa melakukan PK.

Menurutnya, dalam KUHAP Pasal 263 ayat 1 hanya terpidana dan ahli waris yang dapat melakukan PK. "Jaksa melakukan PK berarti kedzoliman itu by order," tegas Anita.

Sebelumnya, Djoko Tjandra pernah diputus inkracht (berkekuatan hukum tetap) oleh pengadilan tahun 2001. Putusan pengadilan saat itu menyebutkan, Djoko Tjandra dilepaskan dari segala tuntutan. Kejaksaan lalu sempat menyatakan banding dan kasasi, namun semua itu ditolak.

Pada Oktober 2008, Kejaksaan Agung kembali mengajukan PK ke Mahkamah Agung dengan alasan adanya novum atau bukti baru. Pengajuan PK berdasarkan yurisprudensi putusan Mahkamah Agung sebelumnya.

MA lalu menerima PK yang diajukan Kejagung dan menghukum Djoko Tjandra 2 tahun penjara denda Rp 15 juta, serta uang miliknya di Bank Bali sebesar Rp 546 miliar dirampas untuk negara. Namun, sehari jelang putusan, Djoko Tjandra sudah meninggalkan Indonesia dengan pesawat carter menuju Papua Nugini melalui Bandara Halim Perdanakusuma Jakarta. (Jr.)**

.

Categories:Nasional,
Tags:,