Polisi Hongkong Buru 6 aktivis Pro-Demokrasi di Luar Negeri

Polisi Hongkong Buru 6 aktivis Pro-Demokrasi di Luar Negeri

Polisi menangkap sejumlah aktivis pro-demokrasi. (foto - nytimes)

Hongkong  -  Sedikitnya  enam  aktivis  pro-demokrasi  yang tinggal  di  sejumlah  negara  pengasingan  jadi  buruan  polisi Hongkong. Pasalnya, mereka dituduh melanggar hukum keamanan nasional.

Dilansir AFP, Jumat (31/7/2020) pihak kepolisian Hongkong telah memerintahkan penangkapan terhadap enam aktivis pro-demokrasi. Sejauh ini, mereka hidup di sejumlah negara pengasingan.

Berdasarkan laporan media pemerintah Cina pada Jumat malam, mereka dituduh melanggar hukum keamanan nasional. Namun, petugas di tingkat kota enggan berkomentar. "Polisi Hongkong secara resmi memerintahkan penangkapan enam pembuat masalah, yang melarikan diri ke luar negeri," kata televisi negara milik Cina, CCTV.

Diketahui, aktivis pro-demokrasi, Nathan Law (27) masuk dalam satu dari enam orang yang akan ditangkap pihak kepolisian. Nathan saat ini masih berada di Inggris setelah melarikan diri dari Hongkong.

Law menganggap, tuduhan itu palsu dan menyebut 'kejahatan' satu-satunya yang dilakukan adalah mencintai Hongkong. "Saya harap, anda semua dapat berdiri teguh untuk melawan teror putih daripada menyerah pada sensor diri," demikian tulis Law dalam akun Facebook-nya.

Tindakan keras terhadap demokrasi di Hongkong pun terus ditingkatkan, setelah Beijing memberlakukan undang-undang keamanan nasional di kota tersebut.

Hal itu akan menjadi pertama kalinya polisi kota menggunakan kekuatan ekstrateritorial dalam undang-undang baru, untuk mengejar aktivis yang tidak berada di wilayah itu. (Jr.)**

.

Categories:Internasional,
Tags:,