Mayat Siswi SMA dalam Karung Luka di Kemaluan dan Leher

Mayat Siswi SMA dalam Karung Luka di Kemaluan dan Leher

Pengungkapan kasus pembunuhan di Mapolresta Bandung. (foto - ist)

Bandung - Seorang siswi di Rancaekek Kabupaten Bandung dibunuh oleh pacarnya setelah berhubungan badan yang juga masih duduk di bangku SMK. Dari hasil visum, ditemukan luka di bagian kemaluan korban dan di bagian lehernya.

Kanit PPA Polresta Bandung Ipda Riskawati mengatakan, saat ini hasil otopsi masih belum keluar. Namun dari hasil identifikasi sementara, pihaknya menemukan bekas luka di bagian leher, yang diduga bekas jeratan. Lalu ada luka pada bagian alat kelamin korban.

"Leher dan kemaluannya berdarah," kata Ipda Riskawati di Mapolresta Bandung, Kamis (6/8/2020). Meski demikian, pihaknya tidak menemukan adanya kekerasan sebelum pelaku melakukan perbuatan bejatnya. Polisi masih menunggu hasil otopsi yang sedang dilakukan di RS Sartika Asih.

Riska mengatakan, korban dan pelaku diketahui memiliki hubungan asmara. Hubungan mereka sudah terjadi selama satu tahun lebih. Saat ini, mereka masih menginjak usia di bawah umur atau di tingkat sekolah menengah atas (SMA).

"Berbeda sekolah, yang satunya anak SMK dan satunya lagi SMA. Hubungannya sudah satu tahun lima bulan," kata Riskawati. Menurutnya, pada Rabu 5 Agustus sore awalnya korban mendatangi rumah pelaku. Saat itu orangtua pelaku sedang tidak berada di rumah. Pelaku mengaku mereka lantas melakukan hubungan layaknya pasangan suami istri.

Setelah itu pelaku menemukan sebuah tali tambang yang nantinya digunakan untuk menjerat pacarnya. Kemudian ia pun mencari karung yang digunakan untuk membungkus jasad korban. "Udah ngelakuin, korban pun dijerat pake tali lalu dimasukin karung," katanya.

Saat ibu pelaku pulang menanyakan isi dari karung yang disimpan di depan halaman rumah. Ia tidak bisa berkata apa-apa, selain mengakui perbuatan kejinya. "Jadi yang pertama menemukan jasad dalam karung itu ibu ABH," tegas Riskawati.

Setelah mengakui perbuatan itu kepada ibunya, pelaku langsung diantar ke Polsek Rancaekek untuk menyerahkan diri kepada kepolisian. Akibat perbuatannya, pelaku terancam 15 tahun penjara. (Jr.)**

.

Tags:,