Falcon 9 Sukses Meluncur Bawa 57 Satelit Internet Starlink

Falcon 9 Sukses Meluncur Bawa 57 Satelit Internet Starlink

SpaceX luncurkan riket Falcon 9 di Kennedy Space Center Cape Canaveral. (foto - spaceX)

Cape Canaveral  -  Roket  Falcon  9  dari  pad  39A  sukses  diluncurkan SpaceX  di  Kennedy  Space  Center  pada  pukul  1.12 pagi waktu setempat. Falcon 9 berhasil diluncurkan dengan peluncur setinggi 229 kaki (70 meter), dan membawa muatan 57 satelit internet milik Starlink beserta dua satelit observasi Bumi komersial milik BlackSky.

Dilansir Spaceflight Now, Jumat (7/8/2020) peluncuran roket Falcon 9 sebelumnya dijadwalkan pada 26 Juni, namun pada akhirnya ditunda untuk melakukan pengecekan tambahan. Sebelumnya, Falcon 9 sempat dijadwalkan ulang untuk meluncur pada 8 Juli, dan kembali dibatalkan akibat cuaca buruk.

Dengan demikian, secara keseluruhan proyek Starlink dan BlackSky kali ini terpaksa ditunda selama enam minggu. Melalui misi ini, 57 satelit internet milik Starlink rencananya akan bergabung bersama satelit lain, yang sudah ada di lintasan orbit.

Sejauh ini, tercatat sudah ada 595 satelit, dan dengan ini Starlink berencana untuk membuat susunan konstelasi raksasa. Dengan jumlah ini, layanan komersial Starlink akan semakin dekat untuk diluncurkan secara global.

Starlink nantinya akan menyediakan akses internet broadband dan aplikasi militer secara global. Untuk melindungi peluncuran satelit kali ini, SpaceX melengkapi Falcon 9 dengan pelindung khusus matahari bernama Kerai.

Pelindung tersebut digunakan untuk mencegah matahari memantulkan bagian paling bersinar dari satelit, sehingga pesawat ruang angkasa tidak akan tampak oleh teleskop di Bumi.

Sebelumnya, hal itu sempat dikhawatirkan oleh para astronom bahwa 57 satelit tersebut akan mengganggu pengamatan ilmiah. "Semua satelit Starlink dalam penerbangan ini dilengkapi dengan pelindung yang dapat digunakan untuk memblokir sinar matahari, agar tidak mencapai titik paling terang dari pesawat ruang angkasa," sebutnya.

Sementara tindakan yang diambil merupakan bagian dari pekerjaan SpaceX dengan kelompok astronomi terkemuka untuk mengurangi reflektifitas satelit," demikian pernyataan SpaceX.

Selain Starlink, penumpang Rocket Falcon lain yakni dua buah satelit observasi Bumi milik BlackSky rencananya akan bertugas untuk memantau perubahan Bumi. Kedua satelit seberat 110 pon itu akan ditugaskan, untuk memberikan data intelijen geospasial kepada pemerintah dan klien korporat dari BlackSky.

Sementara itu, peluncuran pada hari ini menjadi yang ke-90 sejak Roket Falcon digunakan pada 2010. Sedangkan untuk SpaceX, hal itu menjadi peluncuran ke-13 mereka sepanjang tahun ini. (Jr.)**

.

Categories:Infotech,
Tags:,