Klinik Aborsi Jakpus Terbongkar dari Pembunuhan Bos Roti

Klinik Aborsi Jakpus Terbongkar dari Pembunuhan Bos Roti

SS tersangka pembunuhan bos roti asal Taiwan di Bekasi Hsu Ming Hu. (foto - ist)

Jakarta  -  Klinik  aborsi  dr.  SWS  di  Jalan  Raden  Saleh  Senen  Jakarta  Pusat  yang  bermasalah  terungkap  berasal dari informasi tersangka dalam kasus pidana lain. Hal itu terungkap berkat pengakuan pelaku utama kasus pembunuhan bos roti asal Taiwan di Bekasi Hsu Ming Hu, yakni sekretaris pribadinya yang berinisial SS.

"Berasal dari kasus pembunuhan WN Taiwan di Bekasi yang diamankan beberapa waktu lalu. Kita flashback karena hasil keterangan pelaku berinisial SS saat itu pernah berhubungan dengan korban yang mengakibatkan tersangka SS hamil pada saat itu," kata Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Pol Yusri Yunus.

Dari keterangan tersangka SS, ternyata dirinya menggugurkan kandungannya pada sebuah klinik di Jakarta Pusat yang tak lain adalah klinik dr. SWS. Dari sana dilakukan pengembangan dan penggerebekan. Sebanyak 17 orang tersangka diringkus dalam penggerebekan itu.

"Kasus ini berawal dari informasi yang kita dapat lewat kasus pembunuhan WN Taiwan. Kehamilan tersangka digugurkan dengan dibantu biaya korban sendiri. Dari keterangan SS dikembangkan oleh Krimum PMJ," kata Yusri.

Sementara itu, Direktur Reserse Kriminal Umum Polda Metro Jaya Kombes Pol Tubagus Ade Hidayat mengungkapkan, dalam kasus ini tersangka SS bisa dikenakan pasal baru karena kedapatan menggugurkan kandungannya.

"Terhadap SS bisa dikenakan pasal pengguguran aborsi. Pertama dikenakan pasal yang dilakukan 340 ke WNA dan didapatkan data seperti ini, kepada yang bersangkutan dapat dikenakan ke pasal aborsi ke yang bersangkutan," katanya.

Seperti diketahui, Polda Metro Jaya kembali membongkar praktik aborsi lantaran beroperasi tidak sesuai aturan yang berlaku. Kali ini ada 17 tersangka yang diringkus mulai dari dokter, perawat hingga calo dalam sebuah klinik aborsi.

Meski klinik itu merupakan klinik resmi, tetap melanggar aturan karena membuka jasa aborsi tidak sesuai aturan. "Tanggal 3 Agustus lalu berhasil mengamankan 17 tersangka di salah satu klinik di Jalan Kenari Senen Jakarta Pusat," kata Yusri Yunus. (Jr.)**

.

Categories:Nasional,
Tags:,