Viral, Antrean Pasutri Mau Cerai di PA Soreang Kab Bandung

Viral, Antrean Pasutri Mau Cerai di PA Soreang Kab Bandung

Antrean Pasutri yang mengajukan cerai di Pengadilan Agama Soreang Kabupaten Bandung. (foto - Twitter)

Bandung  -  Puluhan  pasangan  suami  istri (Pasutri)  rela  antre  di  Pengadilan  Agama  (PA)  Kabupaten  Bandung.  Video antrean itu pun ramai diperbincangkan di media sosial hingga viral.

Seperti diunggah akun twitter @stefhaniequeen, Senin (24/8/2020) puluhan orang mengantre cukup panjang. Selain mengantre, banyak juga yang duduk-duduk di sisi jalan. Pemilik akun itu menyebutkan, yang ada dalam video tersebut bukan sedang menunggu antrean sembako.

Namun demikian, sejumlah pasutri yang akan mengikuti persidangan perceraian di Pengadilan Agama Kabupaten Bandung. "Ini bkn antrian penerima bansos guys Tp ini antrian orang" yg mau cerai di Pengadilan Agama Soreang. Pntes kmren" gw prnh baca berita klo tingkat perceraian di bandung itu sgt tinggi. Btw gw lg nganter sodara," cuitnya.

Sementara itu, Humas PA Kabupaten Bandung Suharja membenarkan hal tersebut. Antrean itu terjadi sejak pagi hari sebelum persidangan dimulai pada pukul 09.00 WIB. Antrean terjadi karena jumlah persidangan dalam sehari yang membludak.

Selain yang akan melangsungkan persidangan perceraian, ada pula yang baru akan mendaftar dan pengambilan produk hukum.

"Antrean pagi itu terdiri atas beberapa antrean. Satu antrean sidang, kedua antrean pendaftaran pusbakum, ketiga antrean untuk pengambilan produk pengadilan," kata Humas PA Kabupaten Bandung Suharja.

Ia mengatakan, dalam satu hari ini pihaknya sudah melangsungkan 246 persidangan perkara. Lalu 70 hingga 80 yang mendaftarkan diri untuk melangsungkan sidang perceraian.

"Kita telah melaksanakan persidangan sekitar 246 perkara, terdiri atas gugatan atau permohonan. Bisa gugatan cerai, talak atau lainnya. Dari 246 itu terdiri atas penggugat, tergugat, dua saksi, coba kalikan 246 kalau 4 sudah 800 lebih," katanya.

Selain itu katanya, bukan hanya satu antrean seperti dalam video itu, tapi ada tiga antrean yang sengaja dibuat oleh pihak PA. Hal itu dilakukan karena membludaknya pasutri yang mengajukan cerai.

"Jadi itu ada antrean berbeda-beda. Ada antrean persidangan sendiri, produk pengadilan sendiri dan Pusbakum juga antreannya tersendiri," tegasnya.

Selama dua bulan terakhir Juli dan Agustus, angka perceraian memang mengalami peningkatan. Pada Juli angka perceraian mencapai kisaran 800 - 900 perkara. Sedangkan pada Agustus, jumlah perkara sudah masuk ke angka 1.102 perkara.

"Sejak bulan Juli, anggap sudah adaptasi kebiasaan baru (new normal) sekitar 1.102 perkara yang masuk. Meningkat sekitar 300 perkara yang masuk dibandingkan dengan bulan sebelumnya," tambahnya. (Jr.)**

.

Categories:Gaya hidup,
Tags:,