Terkuak, Motif Karyawati Otaki Penembakan di Kelapa Gading

Terkuak, Motif Karyawati Otaki Penembakan di Kelapa Gading

Polisi ungkap otak pembunuhan di Kelapa Gading Jakut. (foto - ist)

Jakarta - Otak penembakan maut di kelapa Gading Jakarta Utara yang menewaskan Sugianto (51) yakni seorang karyawati korban bernama Nur Lutfiah (34). Nur Lutfiah menyewa pembunuh bayaran untuk menghilangkan nyawa korban karena sakit hati, dan ketakutan dilaporkan ke polisi lantaran menggelapkan uang pajak perusahaan.

" Ada dua motif tersangka, yakni tersangka sakit hati dan yang bersangkutan sering dimarahi oleh korban," kata Kapolda Metro Jaya Irjen Nana Sudjana. Tersangka Nur Lutfiah marah kepada korban karena dianggap telah melakukan pelecehan.

Nur Lutfiah mengaku pernah diajak berhubungan intim oleh korban. "Ada beberapa pernyataan korban yang dianggap melecehkan. Mereka sering marah-marah dan sering mengajak hal-hal di luar hubungan pimpinan-karyawan, sering diajak melakukan persetubuhan dan ada perkataan sebagai 'perempuan tidak laku'," katanya.

Selain itu, tersangka Nur Lutfiah merencanakan pembunuhan karena diancam akan dilaporkan korban ke polisi. Diduga, Nur Lutfiah menggelapkan uang pajak perusahaan.

"Ia merasa ketakutan karena dari 2012 sampai 2020 di bagian admin dan keuangan, yang selama ini pajak perusahaan tidak semua disetorkan ke kantor pajak. Jadi ada indikasi menggelapkan uang pajak, sehingga ada teguran dari pajak Jakarta Utara ke perusahaan itu," katanya.

Hal itu lalu memunculkan niat tersangka Nur Lutfiah membunuh korban. "Korban sempat sampaikan, tersangka akan dilaporkan ke polisi. Ini jadi kekhawatiran sehingga menimbulkan yang bersangkutan ambil inisiatif untuk membunuh korban," tegasnya.

Tersangka Nur Lutfiah lalu meminta tolong kepada suami sirinya yakni Ruhiman, yang juga menjadi tersangka dalam kasus itu. Awalnya, Ruhiman menolak permintaan itu, tapi akhirnya ia juga ikut merencanakan dan menyewa pembunuh bayaran.

Total ada 12 tersangka yang ditangkap terkait kasus penembakan itu. Yakni Nur Luthfiah (34), Ruhiman (42), Dikky Mahfud (50), Syahrul (58), Rosidi (52), Mohammad Rivai (25), Dedi Wahyudi (45), Ir Arbain Junaedi (56), Sodikin (20), Raden Sarmada (45), Suprayitno (57) dan Totok Hariyanto (64). (Jr.)**

.

Tags:,