Munas Golkar di Ancol Dinilai Munas Oplosan

Munas Golkar di Ancol Dinilai Munas Oplosan

Ketua Presidium Tim Penyelamat Partai Golkar Agung Laksono (kanan) memukul gong membuka Musyawarah Nasional (Munas) IX Partai Golkar disaksikan Calon Ketua Umum Priyo Budi Santoso (kedua kanan), Calon Ketua Umum Agus Gumiwang Kartasasmita (Ketiga kanan),

Jakarta - Musyawarah nasional Golkar IX di Hotel Mercure, Ancol telah melanggar anggaran dasar dan anggaran rumah tangga (AD/ART) partai. "Apa yang terjadi munas di Ancol telah melanggar AD/ART bab 14 Pasal 30, bab 15 Pasal 3 dan bab 11 Pasal 25. Dan apa yang terjadi itu inkonstitusional," demikian penilaian Sekretaris Fraksi Partai Golkar Bambang Soesatyo, menanggapi 'Munas Golkar Tandingan' di Restauran Pulau Dua, Senayan Jakarta, Minggu (7/12).
Bambang menegaskan, munas partai Golkar yang diselenggarakan oleh Presidium Penyelamat Partai Golkar itu telah menyalahi aturan partai, dan tak menaati putusan rapat pimpinan nasional di Yogyakarta pada bulan November lalu. "Maka sebagai gantinya itu munas KW2 atau munas oplosan," ujarnya.

Pihaknya berterima kasih kepada mantan ketua umum Golkar Jusuf Kalla yang tak menghadiri munas tandingan di Hotel Mercure, Ancol, Jakarta kemarin.  "Kami berterimakasih kepada pak JK untuk tidak hadir. Karena golkar, suka tidak suka, mahkota golkar ada di JK," jelasnya.

Bahkan menurutnya pihaknya menduga ada sekelompok orang di balik pelaksanaan munas tandingan tersebut yang ingin memecah belah partai Golkar. "Saya menduga munas itu memang sengaja dibentuk untuk memecah belah parta. Kelompok ini sangat ganas mencegah munas di Bali," tegasnya. (Jr.)**
.

Categories:Politik,