Corona, Rp 4.683 Triliun Sektor Pariwisata Dunia pun Hilang

Corona, Rp 4.683 Triliun Sektor Pariwisata Dunia pun Hilang

Salah satu objek wisata Bali yang telah tersertifikasi. (foto - Getty Images)

New York  -  Industri pariwisata  merupakan  salah  satu  sektor yang  terimbas  merebaknya  pandemi  Corona. Menurut laporan PBB, sedikitnya 320 miliar dolar AS atau setara Rp 4.683 triliun terkait pendapatan pariwisata, hilang selama lima bulan pertama tahun ini.

Dilansir The Independent, Jumat (4/9/2020) dalam video penjelasan kebijakan pada Selasa lalu, Sekjen PBB Antonio Guterres menyatakan, pariwisata adalah sektor ekspor terbesar ketiga yang menyumbang perekonomian dunia setelah bahan bakar dan bahan kimia. Pada 2019, sektor pariwisata telah menyumbang 7 persen dari perdagangan global.

"Sektor itu mempekerjakan satu dari 10 orang di bumi dan menyediakan mata pencaharian bagi ratusan juta lebih. Selain meningkatkan ekonomi juga memungkinkan orang untuk merasakan beberapa kekayaan budaya dan alam dunia, serta membawa orang lebih dekat satu sama lain dalam menyoroti kemanusiaan kita bersama," katanya.

Menurutnya, hal itu telah menjadi kejutan besar khususnya bagi negara-negara maju yang lebih kaya. Namun untuk negara berkembang hal itu adalah keadaan darurat, terutama untuk negara kepulauan kecil dan negara-negara Afrika.

Sementara itu, Kepala intelijen pasar dan daya saing Organisasi Pariwisata Dunia PBB Sandro Carvao mengatakan, kerugian sektor pariwisata dari Januari hingga Mei 2020 mencapai Rp 4.683 triliun, atau tiga kali lipat dari kerugian krisis global pada 2009.

Terburuk, pendapatan pariwisata bisa turun menjadi 910 miliar dolar AS menjadi 1,2 triliun dolar AS pada tahun 2020. Sementara PDB global pun dapat berkurang sebesar 1,5 menjadi 2,8 persen.

Pasalnya selain sektor pariwisata, sejumlah sektor terkait termasuk layanan makanan yang menyediakan 144 juta pekerjaan di seluruh dunia juga ikut terimbas.

Guterres menambahkan, pariwisata merupakan pilar kunci untuk menjaga pelestarian alam dan budaya. Ia pun menyerukan agar sektor pariwisata dibangun kembali dengan cara yang aman bagi komunitas tuan rumah, pekerja dan wisatawan. (Jr.)**

.

Categories:Wisata,
Tags:,