Rupiah Hari Ini Jeblok Terpicu Pernyataan PSBB Total di DKI

Rupiah Hari Ini Jeblok Terpicu Pernyataan PSBB Total di DKI

Perdagangan valas di money changer. (foto - ilustrasi)

Jakarta  -  Nilai  tukar  rupiah  terus  menunjukkan  pelemahan.  Berdasarkan  data  perdagangan  Reuters  dolar  AS  saat ini sudah berada di level Rp 14.903, sedangkan di RTI berada di posisi Rp 14.849 per dolar AS.

Menurut penilaian Direktur TRFX Garuda Berjangka Ibrahim, banyak faktor yang membuat rupiah tertekan pada hari ini. Bahkan, sudah terjadi komplikasi yang dipengaruhi oleh faktor eksternal dan internal," katanya, Jumat (11/9/2020).

Ia menjelaskan, untuk faktor internal yakni pernyataan Anies Baswedan yang menyatakan bakal menerapkan kembali pengetatan PSBB di Jakarta. Pernyataan itu keluar ketika pemerintah pusat sedang berupaya mendorong roda ekonomi dengan menggelontorkan sederet stimulus.

"BLT sudah jalan, bansos sudah jalan, kemudian bantuan Rp 600 ribu untuk pegawai, bantuan UMKM juga sudah dilakukan. Lalu indeks konsumsi juga sudah lebih baik. Namun kenapa Anies nyatakan PSBB total," katanya.

Jika demikian, perekonomian nasional yang oleh pemerintah pusat diupayakan meningkat akan stagnan, karena DKI Jakarta menyumbang 18 persen ekonomi secara nasional. Akhirnya pasar pun berbondong-bondong kabur," katanya.

Faktor eksternal menurut Ibrahim, datang dari pernyataan Bank Sentral Eropa (ECB) yang tidak lagi fokus mengendalikan nilai tukar euro. Kemudian juga belum adanya kesepakatan antara Inggris dan Uni Eropa terkait Brexit, juga menjadi penyebab dolar AS menguat.

Sementara itu, Direktur Anugerah Mega Investama Hans Kwee juga berpandangan yang sama. Pernyataan mengenai rencana PSBB total di wilayah Jakarta memberikan pengaruh besar terhadap kalangan investor.

"Kemarin sebenarnya dolar AS sudah melemah tapi rupiah melemah lebih banyak. Dengan demikian, penerapaan PSBB menimbulkan kekhawatiran dan menyebabkan asing melepas rupiah di pasar," tegasnya.

Hans melihat, selain itu pelaku pasar juga melihat belum adanya perbaikan dari sisi penanganan wabah Covid-19. Dengan demikian pasar menilai, kondisi tersebut akan berlangsung lebih lama di Indonesia. (Jr.)**

.

Categories:Ekonomi,
Tags:,