Bawaslu Boyolali Jadi Klaster Terbesar Kasus Positif Corona

Bawaslu Boyolali Jadi Klaster Terbesar Kasus Positif Corona

Kepala Dinas Kesehatan (Dinkes) Boyolali Ratri S Survivalina. (foto - ist)

 

Boyolali - Jumlah total kasus virus corona (Covid-19) di Boyolali hingga hari ini mencapai 700 orang. Bawaslu masih menjadi klaster terbesar dalam kasus Covid-19 di Kabupaten Boyolali sebanyak 103 kasus.

"Update data Covid-19 di Kabupaten Boyolali pada hari ini sudah kami kumpulkan kasus konfirmasi positif ada 700 kasus," kata Kepala Dinas Kesehatan (Dinkes) Boyolali Ratri S Survivalina, Senin (14/9/2020).

Menurut Lina, selain Bawaslu yang menjadi klaster terbesar kemudian klaster petugas lapangan sebanyak 36 kasus. Sedangkan klaster dari pasien SUG asal Desa Gunung Kecamatan Simo sebanyak 33 kasus.

"Klaster yang paling besar masih dari Bawaslu yang berjumlah 103 orang, dan saat ini kasunya masih terus berlangsung. Kedua dari petugas lapangan ada 36 orang, lalu dari klaster dari pasien SUG dari Desa Gunung ada 33 orang," katanya.

Sementara itu, dari jumlah 700 kasus itu rinciannya yang masih dirawat sebanyak 108 orang, menjalani isolasi mandiri 204 orang. Kemudian selesai melaksanakan isolasi 342 orang dan meninggal dunia 23 orang.

"Dengan data tersebut kondisi di Boyolali untuk persentase kesembuhan sebesar 49 persen, sedangkan persentase kematian ada 3 persen," kata Lina.

Boyolali juga masih masuk zona risiko tinggi (zona merah) dengan skoring indeks kesehatan masyarakat (IKM) Covid-19 mencapaik 1,26.

Untuk hari ini, ada penambahan kasus konfirmasi positif Covid-19 sebanyak 15 kasus. Paling banyak berasal dari Kecamatan Wonosamodro 10 kasus, Juwangi satu kasus, Musuk 2 kasus serta Selo dan Ngemplak masing-masing satu kasus. (Jr.)**

.

Categories:Daerah,
Tags:,