PL dan Tamu Karaoke Terjaring Operasi Yustisi di Mojokerto

PL dan Tamu Karaoke Terjaring Operasi Yustisi di Mojokerto

PL dan tamu karaoke terjaring operasi yustisi di Mojokerto. (foto - ist)

Mojokerto  -  Belasan   pemandu  lagu  (PL)  di  Kabupaten  Mojokerto  terjaring  Operasi  Yustisi.  Para  PL  itu  melanggar protokol kesehatan, saat melayani tamu di tempat karaoke.

Operasi Yustisi kali ini menyasar dua tempat karaoke di Kecamatan Mojosari, untuk menegakkan kedisiplinan masyarakat dalam mematuhi protokol kesehatan. Yakni tempat karaoke di Jalan Gajah Mada dan di Ruko Royal Mojosari.

Tim gabungan Polres Mojokerto, Kodim 0815, Satpol PP serta Kejaksaan dan Pengadilan Negeri (PN) Mojokerto memeriksa setiap ruangan di dua tempat karaoke itu. Operasi Yustisi dipimpin langsung Kapolres Mojokerto AKBP Dony Alexander. Tampak Kajari M Hari Wahyudi juga ikut memantau jalannya operasi.

Dari dua tempat karaoke itu petugas menindak 20 orang. Terdiri atas 12 pemandu lagu dan 8 pria pengunjung karaoke. Mereka kepergok petugas tidak mematuhi protokol kesehatan untuk mencegah penyebaran Covid-19.

Mereka tidak memakai masker dan tidak menjaga jarak satu sama lain di ruang (room) karaoke. Oleh petugas Satpol PP Kabupaten Mojokerto, 12 pemandu lagu dan 8 pria pengunjung karaoke itu diminta membuat surat pernyataan tidak lagi melanggar protokol kesehatan.

Sementara kartu identitas mereka juga disita agar diambil saat sidang tipiring di PN Mojokerto, pada Rabu 16 September pukul 10.00 WIB.

"Sesuai Perda Jatim Nomor 2 Tahun 2020 (tentang perubahan Perda Nomor 1 Tahun 2019 tentang Penyelenggaraan Ketenteraman dan Ketertiban Umum), pelanggar perorangan kami beri sanksi administrasi. Berupa denda maksimal Rp 500 ribu, denda untuk pelaku usaha maksimal Rp 1 juta," kata AKBP Dony, Selasa (15/9/2020).

Dony menyatakan, setiap pelaku usaha wajib mematuhi protokol kesehatan. Mulai dari menyediakan tempat mencuci tangan dengan sabun atau hand sanitizer, bilik disinfektan, mewajibkan setiap pengunjung memakai masker, hingga menerapkan jaga jarak aman bagi para pengunjung.

Hal itu diatur dalam Perda Jatim Nomor 2 Tahun 2020 dan Perbup Mojokerto Nomor 44 Tahun 2020. "Jika tidak mematuhi akan langsung disegel atau ditutup sementara sampai ada perbaikan disertai surat pernyataan tidak mengulangi dan sanksi administrasi. Penutupan akan dikoordinasikan Satpol PP ke pelaku usaha itu," tegasnya.

Mantan Kapolres Pasuruan Kota itu berharap, operasi tersebut bisa memberi efek jera kepada masyarakat, yang masih mengabaikan dan melanggar protokol kesehatan. "Mudah-mudahan bisa meningkatkan kesadaran wargaa, terkait pentingnya mematuhi protokol kesehatan," katanya. (Jr.)**

.

Categories:Daerah,
Tags:,