Mendagri Tito Tegaskan 3.000 Pilkades di Indonesia Ditunda

Mendagri Tito Tegaskan 3.000 Pilkades di Indonesia Ditunda

Menteri Dalam Negeri Tito Karnavian. (foto - ist)

Jakarta  -  Proses  demokrasi di  Tanah  Air  terus  dibayang-bayangi  pandemi  Covid-19  yang  semakin  mengganas.  Oleh karena itu, banyak kritikan dan dorongan agar pemerintah menunda proses penyelenggaraan Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) serentak 2020.

Menteri Dalam Negeri Tito Karnavian mengatakan, Pilkada kemungkinan akan tetap dilanjutkan dan akan diterbitkan Perppu untuk mengatur jalannya Pilkada serentak di masa pandemi. Namun demikian, untuk Pemilihan Kepala Desa (Pilkades), dengan tegas Tito memutuskan untuk menunda.

Tak tanggung-tanggung, ada sebanyak 3.000 agenda Pilkades di seluruh Indonesia. Hal itu pula yang membuat Tito mengantisipasi adanya penularan Covid-19 saat proses Pilkades tersebut jika terus dilaksanakan.

"Pilkades kita tunda, itu ada tiga ribu Pilkades semuanya sudah kita tunda. Kenapa, kita tidak bisa melakukan kontrol. Karena itu kan yang melaksanakannya adalah panitia kan Bupati berdasarkan undang-undang," katanya.

"Namun, dengan kewenangannya sebagai Mendagri, pihaknya perintahkan dengan surat edaran untuk menunda sampai dengan Pilkada selesai," lanjut Tito dalam diskusi webinar nasional seri 2 KSDI bertema Strategi Menurunkan COVID-19, Menaikkan Ekonomi, Minggu (20/9/2020).

Tito mengatakan, untuk Pilkada penyelenggaraannya adalah oleh KPU di tingkat daerah sehingga prosesnya dapat lebih terkontrol. Manajemen KPU sampai di tingkat daerah dinilai akan mampu menyelenggarakan Pilkada di tengah pandemi.

Sedangkan untuk Pilkades, panitia pemilihannya akan diatur oleh pemerintah kabupaten. Untuk itu, jika tidak memiliki manajemen yang baik akan sangat berbahaya, dan menimbulkan kekhawatiran penularan Covid-19 yang semakin meluas.

"Jadi kita sudah mencegah karena Pilkada mungkin lebih bisa kita kontrol, tapi kalau Pilkades penyelenggaraannya di tiap kabupaten masing-masing. Kalau manajemennya baik akan bagus, tapi kalau nggak baik (manajemennya) sangat rawan, sehingga kita tunda," tambahnya. (Jr.)**

.

Categories:Politik,
Tags:,