9 Terapis Panti Pijat Plus-plus Kelapa Gading Terjaring Razia

9 Terapis Panti Pijat Plus-plus Kelapa Gading Terjaring Razia

Ke-9 terapis Panti Pijat Plus-plus yang terjaring diberikan pembinaan di Kedoya. (foto - ist)

Jakarta  -  Pihak  kepolisian  mengamankan  sembilan  orang  terapis  dari sebuah  tempat panti  pijat  plus-plus  di  Kelapa Gading Jakarta Utara. Kesembilan terapis itu digelandang ke panti sosial Kedoya Jakarta Barat untuk dilakukan pembinaan.

"Kesembilan orang terapis itu sudah kita lakukan proses melalui Kasudin Sosial Jakut, setelah dicek dan didalami terbukti PSK," kata Wakil Walikota Jakarta Utara Ali Maulana Hakim di Mapolres Jalan Yos Sudarso Jakarta Utara, Selasa (22/9/2020).

Kesembilan terapis tersebut selanjutnya dibawa ke panti sosial khusus perempuan yang berada di kawasan Kedoya Jakarta Barat. Mereka di sana akan dibina kurang lebih selama 6 bulan sampai setahun.

"Sudah dilakukan rapid test, karena kita langsung bawa mereka ke Panti Kedoya khusus untuk perempuan. Mereka akan menjalani pembinaan selama 6 bulan sampai 1 tahun," katanya.

Sebelumnya, Polres Jakarta Utara menggerebek sebuah panti pijat plus-plus di kawasan Kelapa Gading Jakarta Utara. Tiga orang ditetapkan sebagai tersangka dalam kasus tersebut.

"Adanya tindak pidana menyediakan fasilitas untuk memudahkan perbuatan cabul dan menarik keuntungan dari perbuatan cabul seorang wanita, sebagaimana diatur Pasal 296 KUHP juncto Pasal 506 KUHP dengan ancaman pidana selama 1 tahun 4 bulan," kata Wakapolres Jakarta Utara AKBP Aries Andi.

Seperti diketahui, panti pijat Trendy Massage yang berada di sebuah ruko di Gading Indah Blok V Jalan Raya Gading Kirana Kelapa Gading digerebek, pada Senin 21 September.

Selain menyediakan jasa prostitusi, panti pijat tersebut melanggar protokol kesehatan di masa pembatasan sosial berskala besar (PSBB) secara ketat. "Berdasarkan hasil pemeriksaan, ditetapkan tiga orang tersangka yang bertanggung jawab terhadap kegiatan usaha tersebut di masa pandemi Covid-19 ini," tegas Aries.

Ketiga tersangka itu yakni DD (46) sebagai supervisor, TI (26) sebagai kasir dan AF (27) sebagai kasir. Selain itu, ada 18 orang terapis dan pembantu yang ikut diamankan polisi pada penggerebekan tersebut. (Jr.)**

.

Categories:Daerah,
Tags:,