Minimarket Dibobol oleh Kepala Tokonya Sendiri di Tasikmalaya

Minimarket Dibobol oleh Kepala Tokonya Sendiri di Tasikmalaya

Tersangka pembobol minimarket di Kecamatan Sukarame Tasikmalaya. (foto - ist)

Tasikmalaya - Seorang kepala toko minimarket nekat membobol tempat kerjanya sendiri di Kabupaten Tasikmalaya. Aksi itu dilakukan karena ia mengaku terlilit utang online. Uang pinjamannya digunakan pelaku untuk mengganti barang-barang yang hilang di tempatnya bekerja.

Kepala Satuan Reserse dan Kriminal Polres Tasikmalaya AKP Hario Prasetyo Seno menyatakan, pelaku pembobolan berinisial RJ (30). Ia melakukan aksinya di minimarket yang berlokasi di Kecamatan Sukarame Kabupaten Tasikmalaya, pada Minggu lalu.

"Tersangka RJ melakukan pencurian awalnya masuk ke dalam toko menggunakan kunci cadangan. Lalu tersangka masuk ke dalam toko dan mengambil sejumlah barang, antara lain 1 unit DVR CCTV, uang tunai Rp 47.749.000 dari dalam dalam brankas dan rokok berbagai merek kurang lebih 300 bungkus," katanya, Selasa (22/9/2020).

Sebelum melakukan aksinya, RJ sempat melakukan beres-beres pada Sabtu 5 September saat hendak tutup. Ia lalu melihat sejumlah uang, kemudian tidak mengunci brangkas tempat penyimpanan uang itu.

Agar pegawainya tak curiga, RJ menutup rolling door toko dan kunci brankasnya diserahkan kepada pegawai lainnya. Jadi seakan tersangka tidak memegang kunci sehingga tidak ada yang curiga.

Tersangka RJ bersama anak buahnya pun pulang. Pada Minggu 6 September dinihari, RJ kembali datang ke toko menggunakan motornya sambil membawa kunci cadangan yang dipegangnya. Ia langsung membuka gembok rolling door.

Di dalam toko, RJ langsung melancarkan aksinya setelah sebelumnya sempat melepas atau memutuskan DVR CCTV. 'Yang pertama kali diambil adalah uang, baru setelahnya mengambil rokok ratusan bungkus," katanya.

Bahkan, pelaku RJ sendiri melapor pembobolan tersebut kepada pihak kepolisian. Namun dalam penyelidikan kepolisian, pelaku pembobolan mengarah kepada pelaku hingga akhirnya ditangkap dan ditetapkan sebagai tersangka.

"Saat diperiksa RJ mengaku kalau aksinya dilakukan karena terlilit utang atau pinjaman online. Tersangka diketahui sudah bekerja selama 9 tahun. Atas perbuatannya, tersangka kita kenakan Pasal 363 ayat 1, 3 dan 5 KUHP, dengan ancaman hukumannya 7 tahun penjara," tegas Hario.

Di hadapan polisi, RJ mengaku dirinya terpaksa meminjam uang untuk menutupi kehilangan barang yang kerap terjadi di tokonya. "Buat nutup ganti rugi barang yang hilang yang dicuri. Kan sering. Saya harus tanggung jawab sebagai kepala toko, jadi saya pinjam ke online".

RJ pun mengaku sempat menggunakan uang hasil curiannya untuk melunasi utang. Sisanya, digunakan berbagai keperluan. Sebagian lagi belum sempat digunakan dan kini menjadi barang bukti yang berhasil diamankan pihak kepolisian. (Jr.)**

.

Tags:,