Agung Laksono Laporkan Hasil Munas Golkar

Agung Laksono Laporkan Hasil Munas Golkar

Ketua Umum Partai Golkar terpilih Agung Laksono (tengah) bersama Priyo Budi Santoso (kiri) dan Agus Gumiwang Kartasasmita (kanan) mengangkat tangan bersama usai penghitungan suara pemilihan ketua umum pada Musyawarah Nasional IX Partai Golkar di Ancol, Ja

Jakarta- Ketua Umum Partai Golkar versi Munas Jakarta Agung Laksono menegaskan akan melaporkan hasil Munas IX Jakarta yang berlangsung 6-8 Desember 2014 ke Kementerian Hukum dan HAM.

 

"Kami segera (sampaikan hasil Munas IX Jakarta) ke Kemenkumham setelah penutupan Munas hari ini (Senin 8/12)," kata Agung di lokasi Munas IX Partai Golkar di Jakarta, Senin (8/12/2014).

 

Agung yakin laporan dan penyampaian Munas IX Golkar itu akan mendapatkan tanggapan positif dari Kemenkumham. Hal itu menurut dia, Munas Jakarta diselenggarakan sesuai dengan payung hukum dan AD/ART partai.

 

"Pelaksanaan Munas Jakarta dilaksanakan sesuai dengan payung hukum partai dan berjalan dengan demokratis serta transparan. Media bebas meliput dan masyarakat tahu prosesnya," ujar Agung.

 

Dia mengatakan penyelenggaraan Munas Jakarta 2014 sesuai dengan hasil Munas Riau tahun 2009. Selain itu menurut dia, dirinya dan pengurus partai hasil Munas Jakarta tidak mengakui pelaksanaan Munas Bali yang diadakan kubu Aburizal Bakrie.

 

"Kami tidak mengakui Munas Bali. Kami sebagai penyelamat partai mempercepat penyelenggaraan Munas Jakarta untuk menyelamatkan partai," katanya.

 

Agung menegaskan pelaksanaan Munas Jakarta merupakan kehendak AD/ ART Partai Golkar yang menugaskan melaksanakan Munas tersebut. Dia menjelaskan percepatan Munas Jakarta melihat perkembangan partai yang semakin dinamis sehingga diperlukan langkah cepat dan taktis untuk menyelamatkan partai.

 

"Perkembangan partai yang semakin kontroversi agar ada kebaikan sehingga kami percepat untuk mengakhiri silang pendapat," katanya.

 

Sebelumnya Ketua Umum Partai Golkar periode 2014-2019 versi musyawarah nasional Bali, Aburizal Bakrie, mendatangi kantor Kementerian Hukum dan Hak Asasi Manusia (Kemenkumham) untuk mendaftarkan kepengurusan baru partainya, Senin.

 

Aburizal datang bersama fungsionaris Partai Golkar lainnya yaitu Ketua Harian MS Hidayat, Sekretaris Jenderal Idrus Marham, Bendahara Umum Bambang Soesatyo dan Wakil Ketua Umum Nurdin Halid.

 

"Cuma ada satu ketua partai Golkar," kata Aburizal.

 

Menteri Hukum dan Hak Asasi Manusia Yasonna Laoly menerima langsung laporan kepengurusan partai tersebut dan menyatakan Kemenkumham akan membentuk tim khusus untuk meneliti laporan tersebut.

 

"Karena saat ini sedang ada riak-riak maka saya terpaksa harus membentuk tim khusus, yang pasti dari internal," tambah Yasonna.

 

Namun ia belum bisa memastikan berapa lama waktu yang dibutuhkan untuk membuat keputusan terkait laporan tersebut. (AY)

.

Categories:Politik,
Tags:politik,