Vaksin Virus Covid-19 Ditargetkan bagi 80 Persen Penduduk

Vaksin Virus Covid-19 Ditargetkan bagi 80 Persen Penduduk

Penelitian dan pengembangan vaksin Covid-19. (foto - ist)

Jakarta  -  Pemerintah  berupaya  memastikan  ketersediaan  vaksin  virus  Corona  (Covid-19)  untuk  warga  di  Tanah Air. Pemerintah pun menargetkan melakukan vaksinasi, terhadap 80 persen populasi Indonesia.

"Indonesia memastikan ketersediaan vaksin untuk mencapai lebih dari 80 persen dari populasi," kata Juru Bicara Pemerintah terkait Perkembangan Penanganan Covid-19 Wiku Adisasmito dalam konferensi pers yang disiarkan kanal YouTube BNPB, Rabu (7/10/2020).

Menurut Wiku, target itu melebihi vaksinasi reguler selama ini. Hal itu dilakukan agar warga Indonesia bisa mencapai kekebalan kelompok (herd immunity) yang ideal. "Lebih tinggi dari reguler vaksinasi demi mencapai herd immunity di Indonesia," katanya.

Oleh karena itu, pemerintah terus aktif bekerja sama dengan sejumlah perusahaan pengembang vaksin Covid-19. Hal tersebut dilakukan demi memenuhi kebutuhan vaksin di dalam negeri.

"Prioritas pemerintah Indonesia untuk memastikan ketersediaan vaksin untuk warga Indonesia untuk mencapai herd immunity. Herd immunity merupakan imunitas yang didapatkan warga karena vaksin. Untuk memenuhi besarnya kebutuhan, pemerintah tengah aktif mencari sumber vaksin Covid-19," kata Wiku.

"Namun, Indonesia tetap selektif dalam memilih vaksin, termasuk Sinofarm dan perusahaan lainnya, untuk memastikan saat masuk ke Indonesia itu sudah dibuktikan keamanannya. Hal itu ditunjukkan dengan data dan hasil riset, mengingat itu akan disuntikkan ke warga yang sehat.

Selain itu, dalam kerja sama multilateral, pemerintah Indonesia terus mendorong pengembangan domestik. Antara lain pengembangan vaksin merah putih yang dipimpin Eijkman dan Kemenristek," katanya.

Wiku menginformasikan, perkembangan tahap 3 uji klinis vaksin Sinovac yang dilakukan oleh PT Bio Farma berkolaborasi dengan Universitas Padjadjaran (Unpad). Ia mengatakan, saat ini, belum ada laporan adanya efek samping.

Saat ini BPOM (Badan Pengawas Obat dan Makanan) tengah memonitor tahap 3 uji klinis vaksin Sinovac oleh Bio Farma, yang berkolaborasi dengan Fakultas Kedokteran Universitas Padjadjaran Bandung.

"Uji klinis pada fase ini melibatkan 1.620 relawan di Bandung, dan per 22 September 1.089 telah dilakukan suntikan pertama, sedangkan lebih dari 450 subjek telah mendapat suntikan kedua. Sementara ini, belum ada laporan efek samping dalam uji klinis tersebut," katanya. (Jr.)**

.

Categories:Nasional,
Tags:,