Wanita jenguk Suami selundupkan Sabu di Mapolresta Blitar

Wanita jenguk Suami selundupkan Sabu di Mapolresta Blitar

Perempuan selundupkan sabu saat jenguk suaminya di Mapolres Blitar. (foto - ist)

Blitar  -  Lima  tersangka  kasus  narkoba  tetap  berulah  kendati  tengah  mendekam  dalam  sel  tahanan  di  Mapolresta Blitar. Mereka meminta keluarganya untuk menyelundupkan sabu ke Mapolresta.

Aksi nekat itu merupakan yang ketigakalinya dan baru ketahuan petugas. Sebelumnya, mereka menerima paket sabu yang diselundupkan ke dalam botol handbody dan botol pengharum badan. Kali ini, barang terlarang itu dimasukkan ke dalam pasta gigi (odol).

Kelima tersangka itu yakni Erik Setiawan, Eko Heru Wahyudi, Yudi Santoso, Heri Siswanto dan Surya Baskoro. Mereka merupakan sindikat pengedar narkoba antardaerah, yang terhubung dengan jaringan tiga lapas di Jatim.

Paket sabu yang diselundupkan dalam pasta gigi itu diketahui petugas pengawas internal, berawal dari kecurigaan. Keluarga para tersangka selalu mengirimkan makanan dan keperluan mandi pada malam hari.

Saat ketahuan, istri tersangka Erik Setiawan bernama Novi Lestari menitipkan kiriman itu ke petugas. Dari kecurigaan itu, pada Kamis 8 Oktober petugas provos memeriksa barang kirimannya, dan ditemukan tiga paket sabu.

Komplotan pengedar sabu yang mendekam di sel tahanan Mapolres Blitar.

"Masing-masing seberat 1,1 gram yang dimasukkan ke dalam odol (pasta gigi)," kata Kapolresta Blitar AKBP Leonard M Sinambela saat mengungkap kasus itu di Mapolresta, Selasa (13/10/2020).

Atas temuan itu lanjut Leo, Satresnarkoba Polresta Blitar langsung melakukan pengembangan penyidikan. Lalu ditetapkan lima tersangka, terdiri atas tiga tersangka kasus lama dan dua tersangka baru, yakni Novi Lestari dan Fajar Romadhon.

Dari kasus baru tersebut polisi menyita barang bukti 14 gram sabu, 2.900 pil dobel l, satu strip riklona, timbangan, HP dan alat mengkonsumsi sabu.

Barang bukti itu merupakan barang dagangan yang tersisa dan disembunyikan Novi Lestari saat polisi menggerebek rumahnya di Desa Nambakan Ringinrejo Kediri. "Aksi mereka makin nekat, bahkan dari dalam lapas masih bisa mengendalikan peredaran narkoba," katanya. (Jr.)**

.

Tags:,