Mahasiswa NTB laporkan Menko Airlangga Hartarto kepolisi

Mahasiswa NTB laporkan Menko Airlangga Hartarto kepolisi

Demo mahasiswa dan buruh tolak omnibus law pada 8 Oktober 2020. (foto - ist)

Mataram  -  Perwakilan  mahasiswa  Nusa  Tenggara  Barat  (NTB)  dari  aliansi  Cipayung  plus  mendatangi  Mapolda  NTB untuk melaporkan Menteri Perekonomian Airlangga Hartarto. Mereka tak terima dengan pernyataan Airlangga menyebut ada pihak yang menunggangi demonstrasi penolakan UU Cipta Kerja.

Aliansi Cipayung plus itu terdiri atas perwakilan Kesatuan Aksi Mahasiswa Muslim Indonesia (KAMMI), Gerakan Mahasiswa Kristen Indonesia (GMKI), Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah (IMM), Himpunan Mahasiswa Islam (IMM), Kesatuan Mahasiswa Hindu Dharma Indonesia (KMHDI) dan Perhimpunan Mahasiswa Katolik Indonesia.

"Kita memperjuangkan hak kita seperti dijamin dalam undang-undang, barang siapa yang menyebarkan tanpa dalil dasar yang jelas itu bisa dikenakan ketentuan pidana. Oleh karena itu, kami Cipayung Mataram mengklaim tidak ditunggangi atau pun tidak disponsori oleh siapa pun," sebut Ketua Umum GMKI Mataram Prandy, Rabu (14/10/2020).

Menurut Prandy, demonstrasi yang dilakukan pada Kamis 8 Oktober 2020 itu dilakukan atas nama rakyat. Ini juga sebagai warning bagi pemerintah pusat dan pejabat negara, agar tidak sembarangan menuduh. Gerakan mahasiswa murni gerakan kita atas nama rakyat.

"Intinya, kami melaporkan Airlangga Hartarto karena kami duga telah melakukan tindak pidana penyebaran hoaks," tegas Prandy.

Aliansi Cipayung melapor ke SPPKT Polda NTB terkait dugaan pencemaran nama baik oleh Airlangga Hartanto.

Ketua HMI cabang Mataram Andi Kurniawan menunjukkan bukti kuitansi iuran aliansi untuk membiayai demonstrasi tersebut. "Kalau ditanya siapa yang menunggangi aksi teman-teman mahasiswa adalah rakyat. Untuk membuktikannya, yakni kuitansi organisasi patungan sama-sama Rp 200.000 untuk membiayai aksi demonstrasi kemarin," kata Andi.

Ia pun meminta Polda NTB memproses laporan tersebut. "Kita minta Polda NTB untuk mengusut dan memproses Pak Airlangga, yang saat ini menjadi Menko Perkonomian," katanya.

Sementara itu, Pamenmas SPPKT Polda NTB Kompol Mujahidin mengatakan, pihaknya telah menerima laporan perwakilan mahasiswa tersebut. Laporan itu akan diteruskan ke Direktorat Kriminal Khusus Polda NTB.

"Mereka sudah kami terima dan akan ditindaklanjuti ke Dirkrimsus. Kalau alat bukti terpenuhi nanti urusan Dirkrimsus,” katanya. Mujahidin mengatakan, aliansi mahasiswa itu menduga Airlangga telah melakukan pencemaran nama baik. (Jr.)**

.

Categories:Nasional,
Tags:,