Bloger Malaysia Tantang KL Cabut Paspornya

Bloger Malaysia Tantang KL Cabut Paspornya

Blogger kontroversial Malaysia, Alvin Tan.(Foto:Net)

Kuala Lumpur - Blogger kontroversial Malaysia, Alvin Tan (26) yang diduga telah melarikan diri ke Los Angeles, AS, menantang pihak berwajib di Malaysia segera membuktikan ancaman untuk mencabut paspornya.

 

Tantangan tersebut diungkapkan Alvin hanya dua jam setelah Kementerian Keselamatan Dalam Negeri menyatakan akan membatalkan paspornya sehingga ia bisa segera dipulangkan ke Malaysia untuk menghadapi proses hukum.

 

"Jangan sekadar ancam kamu pus**... Lakukan saja. Jangan jadi pengecut," tulis Alvin dalam akun Facebook yang diduga milik dia, seperti dikutip berbagai media lokal di Kuala Lumpur (KL), Senin (8/12/2014).

Ia juga mengeluarkan kata-kata tak senonoh yang ditujukan pada Menteri Keselamatan Dalam Negeri Ahmad Zahid Hamidi dalam akun Facebook yang menggunakan foto profil telanjang dia itu.

 Alvin atau nama sebenarnya Tan Jye Yee dihadapkan ke pengadilan atas tiga dakwaan.

 

Pada Juli 2013, Alvin dan kekasihnya Vivian Lee dituduh menghina Islam dan bulan Ramadan dengan mengunggah di Facebook ucapan selamat berbuka puasa dengan hidangan "bak kut teh" (sajian sup tradisional masyarakat Tionghoa yang biasanya menggunakan daging babi).

 

Sebelumnya pasangan itu juga mengundang kontroversi dengan mengunggah gambar dan video mesum mereka dalam blog. Akibat tindakan ini, sebuah universitas di Singapura menarik balik beasiswa yang diterima Alvin sebagai bekas mahasiswa hukum di universitas tersebut.

 

Namun Alvin pada September lalu melarikan diri ke AS untuk mendapatkan perlindungan politik dan menghindari penahanan pihak berwajib Malaysia.

 

Kasus terbaru, pada 5 Desember Alvin memuat naik satu pernyataan kontroversial yang dianggap menghina institusi kerajaan di negara ini.

 

Kementerian Keselamatan Dalam Negeri (KDN) Malaysia pada Minggu (7/12/2014) mengeluarkan pernyataan tegas akan mencabut paspor Alvin sehingga blogger itu menjadi pendatang gelap di luar negeri dan pihak berwajib di negara tempat ia bersembunyi bisa menangkap dan mengekstradisi dia ke negara asalnya.

 

Menteri Keselamatan Dalam Negeri Datuk Seri Ahmad Zahid Hamidi mengatakan langkah itu perlu dilakukan setelah lelaki itu menghindar dari jerat hukum di negara ini akibat perbuatannya yang mencetuskan kontroversi terkait isu Islam dan ras.

 

"Kita akan melakukan tindakan itu secepat mungkin...mungkin Senin ini berdasar UU Imigrasi sekaligus dia hilang kelayakan untuk berada di manapun lokasi di luar negeri," kata Zahid Hamidi. (AY)

.

Categories:Internasional,