Revitalisasi Situ Bagendit Garut Telan Anggaran Rp 81 Miliar

Revitalisasi Situ Bagendit Garut Telan Anggaran Rp 81 Miliar

Revitalisasi Situ Bagendit Kabupaten Garut untuk mendukung program Jabar sebagai provinsi Pariwisata. (foto - Instagram)

Bandung  -  Revitalisasi  kawasan  wisata  Situ  Bagendit  di  Kabupaten  Garut  bakal  dimulai  1  November  2020.  Proses pembangunannya direncanakan akan memakan waktu sekitar satu tahun.

Gubernur Jabar Ridwan Kamil menyatakan, penataan kawasan wisata yang terletak di Kecamatan Banyuresmi itu ditargetkan rampung pada 31 Desember 2021. Sehingga wajah baru Situ Bagendit sebagai destinasi wisata kelas dunia bisa dinikmati untuk umum per 1 Januari 2022.

Menyangkut nilai kontrak pada penataan kawasan Situ Bagendit mencapai Rp 81.172.754.000. Lingkup pengerjaannya antara lain pembangunan pintu masuk dan area parkir, area plaza, dermaga wisata, amfiteater, pujasera, masjid serta bangunan penunjang lainnya.

"Kami sangat mengapresiasi penataan yang dikerjakan oleh pemerintah pusat. Berkat komitmen semua sambil melawan (pandemi) Covid-19, pembangunan Situ Bagendit masih bisa dikerjakan," kata Emil di Bandung.

Total lahan yang dibutuhkan pada penataan tahap pertama seluas 3,5 hektar, pedestrian dengan panjang 6,7 kilometer dan pembangunan Pulau Nusa Kelapa seluas 2,3 hektar.

Sementara jangka waktu yang ditetapkan dalam kontrak tersebut menapai selama 435 hari, atau kurang lebih 14 bulan dengan batas akhir pengerjaan pada 31 Desember 2021. Meski demikian, Emil berharap penataan kawasan wisata itu bisa selesai lebih cepat dari target.

"Untuk kontraktor PT Adhi Karya, saya minta kalau bisa pengerjaannya bisa lebih cepat. Meski 14 bulan itu waktu normal, mungkin pengerjaan bisa dibuat 2 shift (dalam sehari). Jadi kami harap 12 bulan bisa selesai, karena pengerjaan lebih banyak pada landscape tidak banyak kerumitan engineering," tegas Emil.

Setelah penataan kawasan wisata Situ Bagendit, ia pun berpesan kepada satuan kerja Balai Besar Wilayah Sungai (BBWS) Cimanuk - Cisanggarung untuk tetap memperhatikan volume air agar tidak mengering. "Jadi dari sisi water engineering mohon diperhatikan juga," katanya.

Sementara itu Bupati Garut Rudy Gunawan menyatakan, Pemerintah Kabupaten Garut akan mendukung penuh revitalisasi atau penataan kawasan wisata Situ Bagendit yang akan dimulai pada 1 November 2020.

Penataan Situ Bagendit menjadi kebahagiaan tersebdiri bagi seluruh warga Garut. "Tentunya bagi warga Garut ini merupakan kebahagiaan, karena salah satu aset yang legendaris itu akan menjadi pariwisata unggulan berkelas dunia.

Pemkab Garut menurutnya, sudah membebaskan lahan seluas 2,4 hektar dengan menggunakan anggaran perubahan tahun 2020, untuk mendukung proses revitalisasi Situ Bagendit. Selain itu, di anggaran murni tahun 2021, Pemkab Garut akan kembali membebaskan lahan seluas 5 hektar sesuai arahan Kementerian PUPR.

"Dana di anggaran perubahan tahun 2020 sudah ada dan di anggaran 2021 juga sudah ditandatangani KUA-PPAS dengan DPRD Garut," katanya. (Jr.)**

.

Categories:Wisata,
Tags:,